24 November 2017

Woh, Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun?

 

KONFRONTASI -  Upaya pihak pengembang untuk memuluskan kelanjutan proyek Reklamasi dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan rayuan langsung kepada Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan.

Seperti dikutip dari majalah TEMPO edisi 22-29 Oktober 2017, pihak pengembang sampai membujuk Anies dengan iming-iming Rp 77 triliun dalam satu pertemuan.

[Berikut dikutip dari majalah Tempo:]

Pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada awal Agustus lalu bukan sekadar makan siang biasa. Prabowo mengundang mereka yang terlibat dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Dua tamu Prabowo siang itu adalah bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi, Richard Halim Kusuma. Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik juga terlihat ada di sana.

Bintang tamu makan siang itu tak lain adalah jagoan Prabowo yang telah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan pada April lalu, Anies Rasyid Baswedan. "Pertemuan itu hanya untuk kulonuwun ke gubernur baru," kata Taufik pada Kamis pekan lalu.

Anies terlihat kaget begitu melihat Tomy Winata dan Richard Halim. Apalagi, menurut orang-orang dekatnya, mantan pemimpin Kopassus itu tak memberitahu Anies bahwa makan siang tersebut akan mengundang dua pengusaha ini.

Prabowo lalu mempersilakan Tomy Winata menjelaskan tujuan pertemuan itu. Bos Artha Graha itu memulai percakapan dengan memperkenalkan Richard. Ia adalah anak Sugianto Kusuma alias Aguan, bos Grup Agung Sedayu. Perusahaan ini merupakan induk PT Kapuk Naga Indah, pemegang ijin Pulau A, B, C, D, dan E.

Pulau A dan B seluas 259 hektare berada di wilayah Provinsi Banten, sementara Pulau C, D, dan E seluas 872 hektare berada wilayah DKI Jakarta. Pemerintah pusat menghentikan sementara pembangunan Pulau C dan D, yang dianggap melanggar banyak aturan, sampal akhirnya mencabutnya pada awal Oktober ini.

Setelah memperkenalkan Richard, Tomy memperkenalkan laki-laki yang duduk di sebelahnya sebagai Ali Hanafi. Di kalangan pengusaha dan politikus, Ali dikenal sehagat orang kepercayaan Aguan. Tomy lalu meminta Ali menjelaskan lebih jauh soal proyek reklamasi.

Mendapat

perintah itu, Ali mengeluarkan segepok dokumen, menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan PT Kapuk Naga Indah terkait dengan reklamasi. "Intinya, mereka menjelaskan proyek itu telah berjalan," kata sumber Tempo yang mengetahui pertemuan ini.

Menurut dia, Richard sesekali menambahkan penjelasan Ali. Anies lebih banyak diam mendengarkan tamu-tamu Prabowo itu berbicara. Sekali ia bertanya di antara jeda penjelasan Richard dan Ali tentang ijin mendirikan pulau buatan. Ali menerangkan, mereka mengerjakan proyek reklamasi dengan mematuhi semua aturan.

Belum sempat Anies melontarkan pertanyaan lanjutan, Ali menambahkan bahwa satu-satunya tindakan di pulau reklamasi yang tak sesuai dengan aturan adalah mendirikan rumah toko (ruko) di Pulau D tanpa dokumen izin mendirikan bangunan.

Richard dan Tomy segera menutup penjelasan Ali dengan bergantian mengatakan para pengusaha bersedia membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen. Kontribusi dimasukkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, diluar kewajiban pengembang menyediakan 40 persen lahan untuk publik, plus 5 persen untuk fasilitas umum. Jika angka itu dikonversi ke dalam rupiah, pemerintah DKI Jakarta bakal mendapatkan Rp 77 triliun dari kontribusi tambahan tersebut.

Setelah diskusi selama hampir satu jam, pertemuan itu bubar tanpa kesepakatan. Sebelum berpisah, Richard Halim sempat mengajak Anies berfoto bersama. Menurut seseorang yang dekat dengan Anies, Gubernur Jakarta itu menolaknya secara halus.

Mantan Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, membenarkan adanya pertemuan di rumah Prabowo yang dihadiri Richard Halim, Tomy Winata, Ali Hanafi, dan Anies Baswedan. Dia menegaskan, tak ada kesepakan apa pun dari pertemuan itu.

(Sumber: Majalah TEMPO)

*

Memang teramat berat beban yang dipikul Anies Baswedan.. semoga Allah kuatkan. Aamiin.

http://www.portal-islam.id/2017/10/anies-baswedan-dirayu-pengembang.html...
....................
PERSOALAN  INI   WAJIB  DI  HENTIKAN   DAN  GAK BOLEH  DI TAWAR2   LAGI  !

1.STOPP  REKLAMASI

2. STOPP  MEIKARTA

3.TOLAK PERPUU   
     ORMAS .

4.HAPUS  KTP DWI  KEWARGANEGARAAN


5.STOP  MENERIMA  PEKERJA CHINA  DAN SEGERA  PULANGKAN  SELURUH  PEKERJA  CHINA  YG  MASUK .

6.STOPP  KERJASAMA DG  KOMUNIS  TAIPAN .

7. AMBIL ALIH SELURUH  ASET  YG  DI KUASAI   ASING   DAN  CHINA  ASENG .

8.SEGERA TERBITKAN UNDANG  UNDANG  ASING  DAN  ASENG   DI LARANG  MEMBELI  DAN  MEMILIKI  SECARA  PRIBADI  LAHAN  / PROPERTY  Di  Indonesia
Dan larangan  bagi Pribumi  menjual  lahannya  pada  pihak  ASING  MAUPUN  ASENG .

9. MASGHULKAN SEGERA  JOKOWI .

10. WAJIB KEMBALI  KE  UUD  45  YG  ASLI .

11.BERSIHKAN  NEGARA INI  DARI  UNSUR  UNSUR  KOMUNIS  PKI

12.Batalkan KTP Seumur Hidup bg penduduk usia dibawah 60 th.

 

Jika  ada  dari  rekan2  MCA yg  ingin  menambahkan     SILAHKAN .

MOGA  JADI  PEMBAKAR   SEMANGAT  ,   MARI BUNG  REBUT  KEMBALI .!!(KNF/MERDEKA)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:55
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:50
Kamis, 23 Nov 2017 - 20:41
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:27
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:25
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:22
Kamis, 23 Nov 2017 - 19:20
Kamis, 23 Nov 2017 - 18:05