26 June 2019

Turunkan Harga Tiket Pesawat, RR: Suruh Menterinya Belajar Atur Duopoly, Bukan Undang Maskapai Asing

KONFRONTASI- Ide Presiden Joko Widodo mengundang maskapai asing untuk masuk ke bisnis penerbangan rute domestik, menuai kritikan. langkah ini dipandang bukan solusi yang tepat untuk menurunkan tiket pesawat terbang.

Dalam akun twitter @RamliRizal, ekonom senior Rizal Ramli melontar cuitan yang cukup pedas kepada Jokowi. Intinya, RR, sapaan akrab Rizal Ramli, mempertnyatakan gagasan Jokowi yang membuka pintu selebarnya bagi maskapai asing untuk menguasai rute-rute domestik. "Maaf Pa @Jokowi, kok solusinya cetek dan merugikan kepentingan nasional. Pasar domestik di negara-negara besar, khusus untuk airlines domestik," tulis RR.

Tak berhenti di situ, mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi ini, mengkritik pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menyarankan agar sang menteri belajar bagaimana mengatur praktik duopoly di bisnis airlines. "Suruh menterinya belajar ngatur duopoly supaya tidak rugikan konsumen," cuit Rizal.

Selanjutnya Rizal memaparkan pengalaman ketia menjadi Menko Perekonomian pada 2000. Kala pemerintahan Presiden Gus Dur itu, dirinya bisa saja membuka keran bagi maskapai internasional untuk masuk ke Indonesia. "Thn2000, Menko RR sebetulnya bisa cari jalan gampang. Buka pasar domestik dan international untuk asing. Harga tiket pasti turun. Tapi asing kuasasi, harga (tiket) akan naik lagi. RR tidak mau, justru beri izin 6 airlines baru: Sriwijaya, Lion, dsb. Supaya Airlines nasional perkasa," tulias RR.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...