22 January 2018

"Teruskan Pemikiran dan Perjuangan bagi si Miskin dan Tertindas", Adnan Buyung Nasution

KONFRONTASI - Kabar duka menyelimuti Indonesia hari ini. Pengacara senior Adnan Buyung Nasution telah tutup usia. Pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934 itu meninggal dunia pada Rabu, 23 September 2015 sekitar pukul 10.15 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Pengacara senior tersebut sudah menderita gagal ginjal sejak Desember 2014, kemudian harus mengalami perawatan lebih lanjut setelah menjalani pencabutan gigi. Kini sosok Adnan Buyung tak bisa kita lihat lagi, namun apakah ia akan terlupakan begitu saja? Jawabannya, tidak! Adnan Buyung akan selalu menjadi panutan bagi seluruh rakyat Indonesia karena ia telah mengajarkan pentingnya kerja keras untuk meraih kesuksesan.

Sejak kecil, Adnan sudah terbiasa bekerja keras. Pada usia 12 tahun, bersama adiknya Samsi Nasution, mereka sudah harus mencari uang jajan sendiri dengan berjualan barang loakan di kaki lima, di Pasar Kranggan, Yogyakarta. Semangat tersebut menular dari sang Ayah, Rahmat Nasution, yang juga salah satu pendiri kantor berita Antara.

“Dia pejuang, caranya pun tidak pilih-pilih. Dia bergerilya membela Republik. Sikapnya jelas, antipenjajahan dalam bentuk apa pun,” ujar Buyung tentang ayahnya. Semangat juang yang dimiliki ayahnya itu yang akhirnya berhasil membawa Adnan Buyung menjadi salah satu pengacara sukses di Indonesia.

Ia juga dikenal sebagai aktivis yang membantu banyak orang miskin dan tertindas. Atas alasan membela kebenaran itu akhirnya ia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum di Indonesia. Ia tak ingin rakyat yang tak mengerti hukum dibodohi. Menurut Adnan Buyung, setiap rakyat Indonesia baik kaya atau miskin berhak untuk mendapatkan keadilan hukum yang sama.

Kini Adnan Buyung telah pergi untuk beristirahat. Saatnya kita untuk melanjutkan perjuangannya untuk menegakkan keadilan di tanah air. Selamat jalan.

Tulisan di bawah ini diduga merupakan surat wasiat terakhir yang ditulis tangan oleh Adnan Buyung:

“Teruskan pemikiran dan perjuangan bagi si miskin dan tertindas”(Juft/Tempo)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...