27 May 2019

Tentang Survei LSI Denny JA, Prof Dr Siti Zuhro: Lembaga Survei (LSI) Jangan Jual Kecap Untuk Bohongi Rakyat

JAKARTA- Lembaga Survei Jangan Lakukan Kebohongan Publik Terkait Elektabiltas Capres dan cawapres 2019.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Siti Zuhro menyesalkan lembaga survei (LSI) Denny JA yang menyesatkan masyarakat terhadap survey Capres - cawapres untuk Pilpres 2019.

''Prinsipnya kami di LIPI itu kan boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Kita meminta lembaga survei juga seperti itu, analisisinya atau mungkin margin of error-nya ternyata salah, tapi tidak boleh bohong,” sindir Zuhro.

Publik politik secara sinis menyesalkan bahwa, Denny JA seakan kemaruk uang meski sudah sangat kaya. ''Itu  karena pada dasarnya Denny JA itu  mengesankan dirinya pemuja uang, popularitas sebagai surveyor dan gila harta serta gila kehormatan, dan membanggakan/mengklaim  dirinya ''intelektual''  lulusan AS, apalagi dia bisa membayar iklan di koran-majalah dan televisi. Harusnya  dia 'dihajar' Rocky Gerung di layar TV agar tidak sombong/arogan dan over confidence,'' kata Nehemia Lawalata, aktivis senior Persatuan Alumni GMNI. ''Sikap dan surveinya menyakitkan hati banyak orang muda dan masyarakat yang sudah jenuh dan muak terhadap rezim neoliberal saat ini,'' kata Lawalata, Direktur Kampanye dan Propaganda Prabowo-Sandi Centre..

Zuhro pun mempertanyakan hasil survei Indikator (LSI) Denny JA soal Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,2% dan Prabowo-Sandiaga 29,5%.
Termasuk soal ketaatan beribadah.

Hasil Elektabilitas dan masalah Ibadah, disebutnya tidak nyambung dengan realitas yang ada di masyarakat.
Hasil survei tersebut harus dipertanggung jawabkan langsung oleh lembaga survei yang bersangkutan.

Kita masih ingat survei Denny JA (LSI)

1. Pilgub Jakarta 2017, Anis-Sandiaga Uno akan tersingkir di putaran pertama. Ternyata terpilih sebagai gubernur.
2. Pilgub Jawa Barat 2018, eletabilitas sudrajat-syaikhu 8,2 persen ternyata hasilnya  28,74 persen.

"Terbukti hasil survey LSI ini menggiring opini publik dan menjadi kebohongan bagi masyarakat".

Sekarang survey elektabilitas capres dan cawapres 2019 yang dimenangkan jokowi-ma'ruf amin, apakah LSI tidak akan membuat kesalahan kembali dengan membohongi masyarakat Indonesia?.

“Apa pun yang disampaikan kepada publik harus memiliki public accountability. Ini sistem demokrasi, jadi tidak boleh kesewenang-wenangan dari lembaga survei untuk mengibuli atau melakukan kebohongan publik kepada masyarakat,” jelasnya dengan ketus.

Bagi Zuhro, akan sangat paradoks jika dalam sebuah era keterbukaan saat ini, terdapat lembaga survey yang justru memanipulasi fakta dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat.

“Ini bukan eranya pembodohan, ini eranya untuk bagaimana kita mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat,” sindirnya

Siti Zuhro, mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap lembaga survei pesanan yang akan memberikan informasi sesat menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019. (sk)

www dot aktual dot com/peneliti-lipi-kritik-lembaga-survei-yang-lakukan-kebohongan-publik

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...