20 May 2019

Tahun Baru: Mental Lama dan Mindset Usang

 

KONFRONTASI -  Semoga Tahun Baru membangkitkan kesadaran baru. Percuma memiliki infra struktur fisik serba baru bila mindset dan mental kita sebagai bangsa, masih berkubang dalam budayanya orang-orang kalah di segala bidang, kecuali bidang KORUPSI!


Merayakan tahun baru merupakan tradisi tahunan yang selalu berulang. Menyambut datangnya tahun baru 2018, masyarakat  menyambutnya dengan berbagai cara. Pesta kembang api, kumpul makan atau tamasya bersama kawan, keluarga dan lain-lain. Kalangan menengah dan bawah banyauk yang memilih berduyun membanjiri satu tempat publik,  menanti detik-detik pergantian tahun melakukan count down bersama.

Di luar jalur main stream, ada juga yang memilih tidak merayakan atas alasan keyakinan-agama. Apa pun yang menjadi pilihan, pertanyaannya; apakah tahun baru akan dijadikan tahun pembuka kehidupan yang lebih baik? Atau sekedar dirayakan karena kebiasaan yang berulang setiap tahun?

Idealnya, jadikan Tahun Baru momentum berikrar dalam diri untuk meninggalkan hal-hal buruk di tahun-tahun sebelumnya. Sangat perlu  merencanakan perbaikan kualitas kerja, penyikapan terhadap berbagai hal, dan merancang pemikiran dalam rangka peningkatan kualitas hidup maupun kualitas diri dan pribadi. Tanpa melakukan hal ini, tahun baru menjadi sangat mahal untuk dirayakan. Merayakan  dalam jalur kosong seperti ini layak untuk digolongkan sebagai perbuatan yang justru mmbuat kita semakin menjadi miskin dalam arti yang luas.

Pergantian tahun jadi menarik dan meriah, karena dirayakan secara bersama oleh milyaran manusia di seluruh penjuru dunia. Namun hanya menjadi bermakna ketika melewati tahun baru, disempatkan memberi sedikit waktu untuk berkontemplasi sejenak. Sebaiknya dilakukan saat seluruh pesta kembang api dan kebisingan perayaan Tahun Baru, sepenuhnya telah berlalu. Persisnya pada hening larut malam setelah alam jauh dari suara-suara bising, dan kembali dalam sunyi senyap malam. Di saat itu lah sebenarnya tahun baru akan mengudar semua rahasia kehidupan. Alam saat itu menyediakan jawaban-jawaban yang tersimpan di balik kegelapan malam; sebelum ia jatuh dan menghilang bersama embun pagi.  

Hal ini penting dilakukan, terutama oleh penduduk di kota-kota besar, apalagi bagi penghuni kota Metropolitan Jakarta. Kebisingan dan hiruk pikuk yang terjadi di kota yang tak pernah tidur ini, tak sepetak ruang pun disisakan untuk penduduknya dapat berkontemplasi. Kepengapan sudah berdimensi multi; ya udaranya, kegiatan politik ekonominya, interaksi manusianya, kemacetan setiap ruas jalannya, miskinnya taman tempat bersantai menghirup hawa segar, dan masih banyak lagi. Sehingga antara tahun yang satu dan yang lain tak memberi arti apa-apa kecuali melaluinya dan kembali berkubang dalam kubangan masalah yang sama dan dengan cara berkubang yang sama pula.

Para pemimpin di negeri ini seharusnya menyambut dan membuka Tahun baru dengan mengisi bhatin,pikiran dan harapan rakyat untuk bersiap dengan semangat, jiwa dan pikiran baru menyongsong Tahun Baru 2018. Tahun Politik yang penuh ketidak pastian. Jangan sampai pesan-pesan politik berbasis HOAX yang lebih mengambil peran tersebut.

Kepemimpinan yang visioner adalah kebutuhan yang bersifat mendesak. Bila tak mampu diemban oleh orang per-orang atau seorang pemimpin yang dimiliki negeri ini, sebaiknya  para pemimpin saling berinteraksi melalui pendekatan yang resiprokal melahirkan sesuatu yang berpengharapan sehingga tertebar aura yang dapat dibaca oleh rakyat dan masyarakat dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang visioner. Bukan yang usreg dan ribut sepanjang tahun untuk hal-hal yang gak penting dan yang  membuat kita sebagai bangsa malah berjalan mundur!

Semoga Tahun Baru membangkitkan kesadaran baru. Karena percuma memiliki infra struktur fisik yang serba baru bila mind set dan mental kita sebagai bangsa, masih berkubang dalam budaya lama, budayanya orang-orang yang akrab dengan kekalahan di segala bidang, kecuali bidang KORUPSI!!!

Selamat Tahun Baru  2018 rakyat Indonesia, para pemimpinnya, dan Pak Jokowi- Jusuf Kalla, berikut Kabinet Kerjanya!.(KONF/WA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54