23 March 2019

Sungguh Ironis - Jokowi Menggeber Infrastruktur, Kok Ribuan Kontraktor Kolaps?

KONFRONTASI -  TAMPAKNYA ironis. Presiden Jokowi selama hampir 5 tahun pemerintahannya, terus menggeber proyek infrastruktur. Faktanya, justru 37.000 kontraktor swasta kolaps. Ternyata proyek-proyek kakap itu digarap sendiri oleh kontraktor BUMN. Padahal sebetulnya banyak BUMN yang termehek-mehek gara-gara jadi BUMN Penugasan.

BUMN itu dibentuk untuk mencari profit demi negara, yakni untuk menopang APBN. Tapi di era pemerintahan Jokowi-JK justru banyak yang diharuskan jadi PBT (Perusahaan Berani Tekor). Kenapa demikian?  Sebab mustinya kerugian itu ditanggung negara, justru perusahaan plat merah itulah yang harus nomboki.

Selama pemerintahannya Presiden Jokowi memang getol menggeber proyek infrastruktur. Ada yang menganggap itu sia-sia, sebab belum ada orangnya kok dibangun jalan. Padahal yang benar memang, dibangun jalan dulu baru orang akan datang.

Sayang, untuk menggeber infrastruktur dana pemerintah terbatas. Maka dengan alasan untuk mensejahterakan rakyat, para kontraktor plat merah harus jadi BUMN Penugasan. Artinya, mereka harus membiayai dulu proyek pemerintah, digantinya belakangan.

Setidaknya ada 8 BUMN yang kena program penugasan tersebut. PLN dilarang  naikkan TDL (tarif dasar listrik) di tahun 2019 ini. Begitu pula Pertamina, dipaksa menjual bensin Premium lebih murah dari harga keekonomian. PT Inalum ditunjuk jadi pembeli saham Freeport 51 % seharga Rp 55,4 triliun. Begitu pula kontraktor BUMN sebagaimana PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, harus memodali pembangunan proyek infrastruktur.

Gara-gara ini, hutang BUMN sampai September 2018 mencapai Rp 5.000 T lebih. Mantan Sekretaris Meneg BUMN Said Didu merasa kasihan pada nasib BUMN Penugasan itu. Karena utang yang harusnya ditanggung negara, malah dibebankan pada BUMN.

Anehnya, meski proyek infrastruktur digeber selama 4 tahun lebih, kok tercatat 37.000 kontraktor swasta kolaps? Rahasianya ternyata, proyek-proyek kakap itu memang dikerjakan sendiri oleh para kontraktor plat merah. Gara-gara ini, anggota Gapensi yang semula 80.000-an kini tinggal 35.000. Jika setiap kontraktor swasta itu pekerjakan 100 orang tenaga, berarti kini terdapar 3,7 juta penganggur baru.(Jft/Poskota)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...