20 November 2019

Suko Sudarso: AHY (SBY) Harus Terjun Kampanye di Jatim dan Jateng untuk Perkuat Kemenangan Prabowo

KONFRONTASI- Kita menyaksikan bahwa Euforia kemenangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto semakin tidak terbendung lagi di Tanah Air. Keterlibatan Mantan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyoo) yang diwakili Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kampanye Prabowo Subianto di Jawa Barat (Bandung) telah memberikan pengaruh konstruktif bagi kemenangan Prabowo. Namun jauh lebih baik dan besar pengaruhnya kalau SBY yang diwakili Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terjun langsung dalam kampanye untuk memenangkan Prabowo di Jawa Timur  dan Jawa Tengah.

Demikian pandangan Suko Sudarso,  seorang tokoh senior nasionalis dan Komandan Barisan Soekarno 1966.  ‘’Terjunnya SBY yang diwakili AHY di Jabar sudah berpengaruh positif bagi Prabowo, namun itu tidaklah cukup. SBY yang diwakili AHY harus terjun di Jatim dan Jateng agar lebih memperkuat dukungan bagi kemenangan Prabowo karena di Jatim dan Jateng-lah medan pertarungan politik yang  sangat krusial dan menentukan. Sehingga dengan terjunnya SBY yang diwakili AHY di Jatim dan Jateng, kemenangan Prabowo sangat kuat dan Jokowi bakal  'bablas kalah'', ''habis peluangnya', Jokowi berakhir sudah,’’kata sesepuh nasionalis yang juga tokoh GMNI ITB itu. Ada kabar, jadwal kampanye terbuka Prabowo (02) di Surabaya hari Minggu, 31 Maret besok,

Suko Sudarso mengingatkan, rakyat merasakan pemilu/pilpres tidak jurdil,  persoalan DPT bermasalah terus terjadi dan partisipasi rakyat  mengalami intimidasi/tekanan penguasa.

Suko Sudarso menilai, Prabowo sudah menang dengan beberapa kali debat capres/cawapres, dan dimana-mana  kampanye Prabowo dihadiri ribuan orang yang antusias dan menaruh harapan. Sedangkan kampanye  petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mobilisasi, tidak bisa lagi mengumpulkan orang hingga ribuan secara antusias baik pada saat kampanye maupun kunjungan resmi kenegaraan. Rakyat sudah kehilangan kepercayaan dan  harapan pada jokowi. '' Semua ini terjadi karena Joko Widodo  tidak kompeten, tidak becus dan dikendalikan oligarki serta sudah kehilangan pamornya. Masyarakat Indonesia sudah menunjukkan/menegaskan sikap/respon pada seluruh elite bahwa Jokowi tidak akan menang kecuali mungkin dengan cara curang, dan sebaliknya Prabowolah yang pasti menang kalau pemilu jujur dan adil, luber. Jokowi sudah menumpuk utang ribuan trilyun rupiah dan kehilangan visi-misi, orientasi dan moralitas karena pembangunanisme Jokowi di Indonesia terbukti gagal mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum, gagal mewujudkan Nawa Cita dan Trisakti, bahkan Jokowi tidak mengerti masalah dan tidak paham/tidak mengerti apa itu Reformasi Agraria, Trisakti dan substansi UUD45,''. Demikian pandangan Suko Sudarso, Komandan Barisan Soekarno 1966, Sesepuh Penghayat Kepercayaan  dan tokoh GMNI ITB

(kf/berbagai sumber).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...