21 November 2017

Sri Mulyani Sebaiknya Belajar dari Rizal Ramli: Utang Mahal Ditukar Utang Bunga Rendah

KONFRONTASI-  Negarawan dan Ekonom senior Rizal Ramli (RR) mengkritik kinerja tim ekonomi Jokowi yang belum mampu mengatasi utang pemerintah Indonesia. Pemerintah boleh berdalih utang untuk pembiayaan anggaran infrastruktur. Nyatanya, alasan tersebut tidak mudah diterima publik karena pembengkakan utang negara tidak berjalan seiring penguatan daya ekonomi rakyat. Keluhan terkait kelesuan transaksi jual-beli disampaikan kaum pedagang, terutama kalangan pengusaha ritel.

Begitu pula dengan kebijakan pengetatan anggaran dan pajak yang super-konservatif ala Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dinilai sebagai salah satu faktor pendorong. Sri pun menjadi sorotan media massa nasional. Ramai-ramai media memberi judul keras dalam pemberitaan kinerja Sri Mulyani, kebijakan-kebijakannya dan jumlah utang pemerintah.

Kondisi ini membuat ekonom senior, Rizal Ramli atau RR, angkat pendapat. Di halaman Facebooknya beberapa saat lalu, mantan Menteri Koordinator Perekonomian di awal masa reformasi itu mengkritik pemotongan anggaran yang berlaku tajam untuk sektor sosial, tetapi bukan untuk pembayaran pokok dan bunga utang.

"Satu-satunya pos anggaran yang tidak diubah: pos pembayaran pokok dan bunga utang. Yang lain semuanya bisa dipotong, jelas sekali ke mana kesetiannya," tulis RR.

Menurutnya, Indicator utang yang paling penting bukan %utang/GDP, tetapi kemampuan bayar utang terhadap penerimaan &ekspor. Utang naik, kemampuan bayar melemah.

"Kita tidak bisa membandingkan ratio utang kita dengan Amerika. Jika kita membandingkan dengan Amerika itu konyol," katanya.

Amerika, masih kata Rizal, tinggal cetak dollar dan jual ke luar negeri, didukung hegemoni militer & politik. Begitu juga tidak bisa dibandingkan dengan ratio utang/GDP Jepang, itu juga ndak pas.

Menurutnya, masalah kita (pemerintah Indonesia) prioritas utama anggaran (chek apbn 2017) adalah masih untuk pembayaran utang. sebagian besar utang domestik bunga murah, tidak bisa didikte kepentingan bond holder (pemegang surat utang)

Ada cara innovatif mengurangi utang seperti yang dilakukan RR pada tahun 2000-2001, yaitu Debt-to-Nature Swap, loan swap, grants dan lainnya. Jangan hanya melu (ikutin) maunya kreditor.

RR  menegaskan, sebetulnya banyak cara inovatif untuk mengurangi utang. Kemudian RR menyebut kasus utang negara yang pernah ia tangani tanpa harus menumpuk lebih banyak utang atau "gali lubang tutup lubang".

Misalnya di tahun 2000 silam, ia menyepakati "Debt for Nature Swap" dengan Jerman. Saat itu, ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan. Kemudian, tahun 2001, RR juga mengatur "Debt Swap" dengan Kuwait.

"Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Kuwait saking gembiranya berhadiah gratis flyover Pasopati di Bandung," pungkasnya. (kf)

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...