18 June 2019

Sri Mulyani, Chatib Basri, Kuntoro, Rini Sumarno dan Darmin Nasution itu Neoliberal. Jokowi Pakai Neolib Ini di Kabinet ? Wah !

JAKARTA- Dalam Kabinet pro rakyat Jokowi, tidak boleh ada para akademisi dan ekonom neoliberal yang juga penganjur pasar bebas seperti Rini Sumarno, Sri Mulyani, Chatib Basri, Kuntoro Mangkusubroto, dan Darmin Nasution dalam kabinetnya. ''Itu bakal dicap pengkhianatan,'' kata relawan Jokowi dari LSM, Galih Andreanto.  '' Hal itu akan mendorong mosi tidak percaya dari kaum muda dan rakyat,'' kata alumnus GMNI ini.

Jokowi menyatakan bahwa kabinetnya mendatang bukan pro pasar, melainkan pro rakyat.  Namun ada kabar santer bahwa Sri Mulyani adalah menko ekuin dan Rini Sumarno menteri BUMN, dan jika itu benar para neolib itu masuk kabinet, maka itu pengkhianatan Jokowi pada rakyat. Hal ini disampaikan  peneliti Reinhard MSc dari Bung Karno Institute dan periset Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra MA yang juga alumnus pasca sarjana FE UI.  Para pentolan neoliberal itu yakni Rini Sumarno, Sri Mulyani, Chatib Basri, Kuntoro Mangkusubroto, dan Darmin Nasution bakal membuat undang undang yang liberal dan meliberalisasi ekuin di Indonesia, menambah utang LN dan melayani asing sebab mereka itu pelayannya.

''Jika benar demikian jelas Jokowi tidak pro rakyat, dianggap berkhianat,  maka sangatlah layak kabinet Jokowi dinamakan kabinet Neoliberal, bukan kabinet Trisakti, Kami sangat menyesalkan,'' kata Gede.

'' Dan  itu sangat menyedihkan dan melukai hati rakyat,'' kata Renihard..

Kata Reinhard dan Gede, Sri Mulyani dan Rini  tidak mengambil haluan ekonomi  pro rakyat dan justru pro pasar, (Neoliberal) , maka kabinet tersebut di mata hati masyarakat sudah jelas pengkhianatan pada rakyat, menghamba pada pasar dan tidak menerapkan salah satu sakti, yaitu berdikari dalam ekonomi.

Menurut kedua peneliti itu, dalam Kabinet  Trisakti,  tidak boleh ada para akademisi dan ekonom penganjur pasar bebas seperti Sri Mulyani, Chatib Basri, Kuntoro Mangkusubroto, dan Darmin Nasution di dalam kabinet Jokowi.

. Akan sangat sulit bagi Jokowi untuk wujudkan Trisakti dengan keberadaan para Neolib yang didukung oleh lembaga-lembaga internasional penyokong neoliberalisme seperti Bank Dunia dan IMF maupun oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, dll. (k)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...