16 December 2017

Soal Kisruh KPK-Polri, Rizal Ramli: Tolong Hentikan 'Ludruk' Ini, Karena Cuma Jadi Tertawaan Dunia

KONFRONTASI-Banyak menteri Kabinet Kerja yang belum melakukan tugasnya dengan maksimal selama 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan.

"Banyak menteri di kabinet Jokowi masih 'KW 3' (tak berkualitas)," kata Ekonom Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (4/2/2015) siang.

Dia pun mencontohkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno yang beberapa waktu ini justru memperkeruh konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Pernyataan Tedjo yang menyebut pendukung KPK "rakyat tak jelas" menurut dia hanya semakin memperpanas suasana. Padahal, permasalahan KPK-Polri makin hari makin serius sampai-sampai Indonesia menjadi sorotan dunia.

"Tolong hentikan 'ludruk' ini karena ini menjadi ketawaan dunia," ujar Rizal.

Tanpa menyebut nama, dia juga mempertanyakan kinerja menteri-menteri yang membidangi ekonomi dan energi. Hal tersebut terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang belakangan dilakukan. Meski saat ini harga BBM sudah turun mengikuti harga minyak dunia, Rizal mengatakan bahwa harga bahan pokok yang sudah terlanjur naik tak kunjung turun.

"Kalau jadi pejabat hanya bisa menaikkan harga, enggak usah sekolah tinggi-tinggi. Padahal banyak cara menurunkan harga," kritik mantan Menko Perekonomian ini.

Meski demikian, Rizal mengakui, ada menteri yang dalam seratus hari sudah menunjukkan kinerjanya, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Kita harus memiliki pembantu Presiden atau menteri 'ori' atau minimal 'KW 1'," ujar Rizal.[mr/kcm]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...