23 February 2018

Soal Impor Beras, Rizal Ramli: Pemerintah Jangan Jadi Raja Tega!

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli menghadiri undangan Kelompok Tani yang tergabung dalam ‘Sahabat Tani’ pada acara panen raya di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (13/2).

Dalam acara tersebut, Rizal menyempatkan waktu berdialog dengan para petani. Suasana hangat antara petani dan tokoh yang pernah menjadi tim panel penasehat ekonomi di PBB semakin menambah antusias para petani menyampaikan segalah keluh kesah dan aspirasi kebutuhan mendasar petani.

Dengan awam, mayoritas petani menyampaikan keluh kesahnya terkait kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras ditengah musim panen petani dalam negeri. Pasalnya, hal tersebut menurut petani sangat berdampak, kebijakan impor beras membuat harga jual gabah petani menjadi anjlok.

Sisi lain, petani juga berharap Rizal dapat memperjuangkan nasib para petani, khususnya dalam hal subsidi kebutuhan logistik bertani.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Rizal juga didaulat oleh para petani untuk mengawali pemotongan padi sebagai seremonial panen raya petani.

Rizal mengharapkan kebijakan pemerintah untuk impor beras memperhatikan masa panen petani. Jangan sampai langkah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito yang akan mengimpor puluhan ribu ton beras itu malah mematikan pendapatan petani lokal.

"Kalau perlu banget, saya juga enggak keberatan impor, tapi diatur lah timing-nya. Pas paceklik baru impor. Anak SD juga ngerti, masa menterinya harus diajarin anak SD," kata Rizal Ramli, mantan menteri koordinator bidang Kemaritiman RI, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Rizal, jika irigasi persawahan dapat ditata dengan baik, Indonesia bisa memanen padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Karena, memiliki sinar matahari dan sumber air yang berlimpah.

"Saya minta Mentan, bangun sawah baru dua juta hektare, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan sebagian Sumatera. Di negara lain, kalau enggak ada beras, pemerintahnya bisa jatuh," jelasnya.

Ekonom yang akrab disapa RR ini mengatakan, pemerintah jangan mengambil untung dari impor beras tersebut.

"Jangan jadi raga tega gitu loh, yang penting saya dapat uang dari impor, enggak peduli lah nasib petani gimana," terangnya.[mr/viva]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...