20 August 2019

Soal Harga BBM Naik, dari Rezim ke Rezim hanya Sibuk soal Harga, kata Rizal Ramli dengan Prihatin

KONFRONTASI. Soal BBM Naik harganya, memang semua rezim neolib nyaris  sama saja dalam pengelolaannya.  Ekonom senior, Rizal Ramli yang amat prihatin, mempertanyakan alasan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tanpa penjelasan berapa sebenarnya biaya pokok produksi BBM di dalam negeri.

Dia menilai selama ini rakyat selalu dijejali dengan dogma bahwa telah terjadi subsidi harga BBM di dalam negeri yang sangat membebani APBN.

“Dalam soal BBM, pemerintah kita dari rezim ke rezim, selalu saja sibuk dengan urusan hilir, yaitu harga. Begitu ada tekanan terhadap APBN, langkah yang diambil selalu menaikkan harga BBM. Ini langkah pemerintah yang malas dan tidak kreatif. Akibatnya rakyat yang selalu menjadi korban,” kata Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid melalui siaran pers diterima Jurnas.com, Rabu (19/11).

Menurut dia, soal BBM yang paling mendasar justru di sisi hulu. Pemerintah seharusnya memberantas mafia migas yang telah banyak merugikan rakyat dan bangsa Indonesia. Soal BBM juga terkait dengan cost recovery yang telah naik hingga 200 persen dengan lifting yang justru turun sampai 40 persen.

Pemerintah disarankan membangun kilang minyak (refinery) 3x200.000 barel agar pemerintah bisa menghemat biaya pengadaan BBM hingga 50 persen ari sekarang.

“Kesimpulan saya, pemerintahan Jokowi hanya tidak ada bedanya dengan rezim sebelumnya. Lebih ironis lagi, kenaikan BBM sebesar Rp2.000 per liter itu persis dengan desakan Bank Dunia. Ini mengkonfirmasi, siapa sesungguhnya yang men-drive kebijakan ekonomi di negeri ini. Jargon berpihak kepada rakyat yang digembar-gemborkan Jokowi, ternyata palsu belaka,” katanya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM pada Senin (17/11) malam di Istana Negara. BBM premium dan solar naik Rp2.000 per liter masing-masing naik menjadi Rp8.500 per liter dan Rp7.500 per liter.

“Selamat kepada Jokowi yang menaikkan harga BBM justru ketika tren harga minyak mentah dunia sedang turun. Sungguh, apa yang dilakukan Jokowi belum pernah dilakukan pemerintah sebelumnya,” katanya.(k)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:23
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:09
Selasa, 20 Aug 2019 - 11:03
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:59
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:55
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:52
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:47
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:41
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:36
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:32
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:29