26 May 2019

Siapa Penantang Jokowi di Pilpres 2019, Prabowo-Aher Atau ?

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menuding pemerintah menginginkan presidential threshold 20-25 persen karena ingin agar Presiden Joko Widodo tak terhalang pada Pilpres 2019 nanti. Dengan angka tersebut, kata dia, hanya akan ada satu capres di 2019 nanti: Joko Widodo. Apa betul begitu?

 



Jokobowo

"Kalau kita cuma sama PKS, kalau 20% nggak cukup, kalau ditambah sama PAN kita cukup. PKS nggak sampe 7%, hanya 5,5% kalau nggak salah. Gerindra 12%. PAN 7%, Demokrat 10%, nggak cukup juga itu kalau Demokrat dan PAN berdua aja. Kalau berempat berarti cukup tapi belum tentu sama platform-nya," kata Arief kepada wartawan.

Tapi setelah Galaberita melihat data di situs resmi DPR RI http://www.dpr.go.id/tentang/fraksi jumlah kursi PKS di DPR adalah 40, setara 7, 14 persen kursi. Bila digabung dengan 73 kursi Gerindra yang setara 13,04 persen kursi, berarti tercapai kecukupan syarat, 20,18 persen kursi di DPR.

FRAKSI

Yang tidak cukup adalah bila Partai Demokrat hanya debngan PAN. Jumlah kursi Demokrat 61, setara 10,89 kursi, bila digabung dengan 48 kursi PAN yang setara 8,57 persen kursi, berarti adalah 19,46 kursi. Kurang sedikit saja. "Sakitnya tuh di sini," kata seorang politisi PAN.

 
Menurutnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan berambisi menjadi cawapres, cocoknya dengan Demokrat. Jika gabung dengan Gerindra, terhalang oleh PKS yang kabarnya akan memberi peluang buat ambisi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi cawapres..
 
Namun, dengan dukungan partai yang pas-pasan, dengan probabilitas menang yang tipis, bisa tipis juga saweran logistik dari para cukong politik.(Juft/GalaBerita)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...