25 August 2019

Sempat Tolak Jabatan Menteri dari Jokowi, Rizal Ramli Akhirnya Luluh. Apa Sebabnya?

KONFRONTASI-Acara serah terima jabatan Menteri Kemaritiman di gelar di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (13/8/2015). Rizal Ramli resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo.

Saat di luar pemerintahan, mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu dikenal sangat kritis terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Namun, kini dia menerima ajakan Presiden untuk menempati posisi menteri dalam kabinet yang pernah dia kritik keras. Rizal pun sedikit bercerita bagaimana Presiden akhirnya mampu meluluhkannya.

"Waktu saya kemarin dipanggil presiden pagi-pagi saya tahu saya bakal ditunjuk. Dan jujur saya cenderung menolak. Karena port folio saya nyaman di bidang ekonomi," ujar Rizal.




"Jadi begitu kita ketemu dia minta saya jadi Menko. Saya bilang, saya terimakasih tapi saya menolak," lanjut pria yang lahir di Padang, Sumatera Barat 10 Desember 1954.

Presiden ucap Rizal terus membujuknya meski tahu ajakannya itu sudah dia tolak. "Pak Jokowi lihat saya menolak, dan bilang 'yang minta ini bukan Jokowi sebagai presiden, tapi yang minta rakyat indonesia," ucap dia sembari menirukan kata-kata Presiden.

Mendengar kata-kata itu, Rizal mengaku lemas. Akhirnya dia luluh dan tak kuasa menerima ajakan Presiden untuk bergabung ke dalam Kabinet Kerja. Apalagi kata dia, Presiden mengungkapkan bahwa bidang Kemaritiman merupakan sektor yang memiliki besar bagi masyarakat.

Saat itu dia menegaskan akan melakukan perubahan besar saat memimpin sektor Kemaritiman. Bahkan, Rizal berujar bahwa Presiden sudah setuju mengubah nama kementerian menjadi Kementerian Kemaritiman dan Sumberdaya. Nanti kata dia, akan ada tambahan dua departemen yang bergabung dan berada dibawah koordinasinya.[MR/KCM]
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...