8 December 2019

Seminar PPDI: Masalah Sumber Daya Air Dalam Sorotan Publik

KONFRONTASI- Masalah tata kelola air bagi kebutuhan rakyat belum terpecahkan sepenuhnya. Bagi kaum tani, masalah air untuk pertanian pun sangat serius, belum lagi kebutuhan air minum bagi  masyarakat.   Berbagai hal terkait kebijakan di bidang sumber daya Air, yakni target utama bidang  sumber daya air (SDA) untuk tahun 2020-2024 menjadi fokus  perhatian. Demikian pandangan Prof Dr Iskandar Zukarnain dalam Seminar Nasional Perkumpulan Profesor dan Doktor Indonesia (PPDI), yang bertema “mewujudkan sumber daya air yang handal dalam rangka ketahanan pangan dan air bersih”, di Jakarta (20/11). 

Prof Iskandar menambahkan, PPDI sangat concern dengan tata kelola sumber daya  air, sumber daya alam dan kaitannya dengan  ketahanan bangsa menyangkut ketahanan sosil-kultural dan pangan maupun energi. ''Kita akan terus berbuat untuk masyarakat dan negara,'' kata mantan Direktur Program Pasca Sarjana UIN Suka Yogyakarta itu.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Hari Suprayogi, berbicara dalam  seminar itu. Menurut Suprayogi, pemerintah  terus berupaya memenuhi penyediaan air baku untuk air bersih di pulau kecil terluar, kawasan strategis (pariwisata, metropolitan), Pantura Jawa, kabupaten/kota rawan air, kawasan perkotaan.  Berikutnya adalah penetapan kawasan lindung air tanah dan air baku, penyediaan sarana dan prasarana untuk antisipasi kekeringan dan pembangunan air baku bersumber dari danau.Berbagai hal terkait kebijakan di bidang sumber daya Air, yakni target utama bidang SDA untuk tahun 2020-2024, antara lain peningkatan kapasitas air baku sebesar 53 m3/detik, antara lain melalui pemanfaatan waduk, dukungan SPAM regional.

Dirjen SDA menambahkan, untuk bidang irigasi dan rawa, target utama Ditjen SDA dalam hal pengendalian daya rusak air antara lain pengendalian banjir dan pengamanan pantai sepanjang sepanjang 2.100 Km, dengan lokasi;  Pengendalian banjir di Medan (Sumut), Bengkulu, DKI Jakarta, Bandung (Jabar), Putusibau (Kalbar), Palu, (Sulteng), Jayapura (Papua); pengamanan pantai di Pantai Kunjir (Lampung), Pantai Utara Jawa (termasuk NCICD), Pulau Terluar, Teluk Youtefa- Papua (untuk mendukung PON XX)

Selanjutnya untuk  pengendalian banjir difokuskan pada penyelesaian Program Citarum Harum (normalisasi sungai, kolam retensi, check dam), penanganan banjir Pantura Jawa, dan banjir di kawasan prioritas lainnya.  Sementara Penanganan drainase utama perkotaan terintegrasi dengan drainase lingkungan dan drainase kawasan di 4 lokasi prioritas (Bandung, Semarang, Surabaya Metro, dan Samarinda).  Pembangunan 25 sabo dam pada daerah rawan dampak letusan gunung berapi, pembangunan 166 check dam pada WS Prioritas  dan pengamanan pantai difokuskan pada kawasan perbatasan, pariwisata, dan pantai yang kritis lainnya.

Terkait dengan bendungan, penyelesaian sisa target 45 bendungan, antara lain: Bendungan Cipanas (Jabar), Pidekso & Bener (Jateng), Bendo (Jatim),Tamblang (Bali), Lolak (Sulut), Manikin & Temef (NTT), Sepaku Semoi Danau Rawa Pening, Danau Sentarum, Danau Cascade Mahakam, Danau Batur, Danau Tondano, (Kaltim), Way Apu (Maluku) .

Pembangunan 15 bendungan baru (5 bendungan ditargetkan melalui KPBU), antara lain: Bendungan Saka Gilas (Sumsel), Merangin (Jambi), Pasir Kopo (Banten), Muaro Juloi (Kalteng), Krekeh (NTB).  Pembangunan 1000 embung pada daerah sulit air, antara lain: Embung Panam Pangan (Sumut), Sarasah (Sumbar), Kedung Waru (Jateng), Bunaken (Sulut), Wonreli (Maluku), Raja Ampat (Papua Barat).  Revitalisasi 15 danau prioritas, antara lain: Danau Toba, Danau Maninjau, Danau Singkarak, Danau Kerinci, Danau RawaDanau, Danau Limboto, Danau Tempe, Danau Matano, Danau Poso, Danau Sentani, Danau Ayamaru.  (kompusda)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...