16 June 2019

Sarinah Square

Oleh: Syahganda Nainggolan

 

Ketika jumhur hidayat mengundang secara terbuka  unuk demo di bawaslu, aksi-aksi awal, saya bertanya padanya, dari mana Tahrir Aquare? Seorang aktifis di sebelah  dia mengatakan di sinilah, di Sarinah. Pertanyaan saya intinya di mana perjuangan berpusat?

Tadi malam, karena saya datang setelah Isya (rencana mau bermalam awalnya), sekitar 50.000 massa sudah memenuhi pelataran sebelah Sarinah, jalan segiempat Wahid Hasyim – Thamrin , tumplek memanjang kea rah Tanah Abang dank e arah Jalan Jaksa. Oh, ini maksudnya Sarinah Square, dalam hatiku.

Tahrir Square adalah symbol perjuangan pembebasan. Sedangkan Sarinah adalah simbil emak-emak yang revolusioner. Sukarno  mengatakan apa yang diajarkan emak pengasuhnya setiap hari padanya :

“Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya.

Perjuangan di Sarinah Squarew sudah dimulai adi malam. Rakyat  telah menjejakkan kakinya di sana. Emak-emak turun ke jalan, ada yang membagi-bagi bunga, makanan, tim medis, dan bahkan berorasi memberi semangat pada massa rakyat.

Perjuangan meneakkan demokrasi tadi malam  juga sudah memakan banyak nyawa, setidaknya 6 nyawa manusia versi kunjungan Anies ke rumah sakit. Tentu akan banyak nyawa dan darah lagi dan lagi. Sesuatu yang tidak terhindarkan dalam menengakkan kebenaran.

Hari ini saya mendapat kabar Prabowo Subianto, akan datang ke Sarinah Square. Semoga perjuangan kita untuk kebenaran, keadilan , demokrasi dan kemanusiaan semakin berkobar dan Allah Swt memberi kemenangan. Amin.

 

Syahganda Nainggolan, Sabang - Merauke Circle.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...