8 December 2019

Rupiah Ambruk, Jokowi Salahkan Faktor Eksternal, Ekonom AS: Omong Kosong!

KONFRONTASI-Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika, seorang Ekonom Asal Amerika Serikat, Steve Hanke turut memberikan pendapatnya.

Tak hanya itu, Steve Hanke juga memberikan pernyataan tegas soal alibi Jokowi perihal alasan mengapa rupiah melemah.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pelemahan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap rupiah saja, tetapi juga mata uang negara lain.

"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," ujar Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Menurut Jokowi, pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," ujar Jokowi.

Mengenai faktor eksternal yang disebutkan oleh Jokowi, Steve Hanke pun memberikan argumennya.

Menurut Steve Hanke, pernyataan soal penyebab Rupiah melemah yang dikemukakan oleh Jokowi adalah omong kosong.

Steve Hanke lalu membandingkan dengan masa pemerintahan Soeharto.

Ia menyebut hal berbeda akan terjadi jika Amerika Serikat dan IMF tidak mempunya rencana untuk menggulingkan Soeharto.

Steve Hanke seolah yakin, bahwa keuangan Indonesia akan memiliki kondisi yang sehat.

Hal tersebut dituliskan Steve Hanke dalam cuitannya di laman Twitternya @steve_hanke.

#Indonesian President Joko Widodo said that external factors were behind the #rupiah's fall to 20-year lows. What nonsense.

If the US & IMF hadn’t plotted to overthrow Suharto 20 yrs ago, Indonesia would have a currency board & a sound rupiah.

(Presiden #Indonesian Joko Widodo mengatakan bahwa faktor eksternal berada di balik jatuhnya rupiah ke posisi terendah 20 tahun. Omong kosong apa.

Jika AS & IMF tidak berencana untuk menggulingkan Suharto 20 tahun lalu, Indonesia akan memiliki dewan mata uang & rupiah yang sehat.)

Cuitan ekonom Amerika Steve Hanke (Twitter @steve_hanke)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...