17 November 2018

Rubuhnya Ekonomi Kami

Oleh : Winda Sari 
 
 


Bicara masalah ekonomi tidak akan ada habisnya. Ekonomi masuk ke dalam perpolitikan. Politik ekonomi inilah nantinya yang juga akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, antara baik atau buruk. Sistem ekonomi yang terstruktur baik tentu akan berdampak positif, baik bagi Negara itu sendiri maupun rakyatnya.

Ketika sistem ekonomi yang dipakai tidak terstruktur, artinya tidak ada jaminan kesejahteraan rakyat dan dampak positif bagi Negara, maka sistem ekonomi itu akan membawa suatu Negara tersebut menuju ketidakstabilan ekonomi. Akhirnya banyak terjadi ketimpangan sosial, kemiskinan, dan inflasi.

Bicara masalah ekonomi, sangat menarik untuk dibahas bagaimana ekonomi Indonesia akhir-akhir ini. Fakta yang terjadi di lapang, ekonomi Indonesia jauh dari kata sempurna. Sebab masih sering terjadi inflasi, kemiskinan, dan lain-lain. Mengapa bisa seperti ini?

Karena sistem ekonomi yang dipakai Indonesia tidak terstruktur, yaitu sistem ekonomi kapitalis. Sistem ini tidak terstruktur tidak ada jaminan yang positif baik bagi Negara maupun rakyat yang di dalamnya. Sistem ini hanya mennguntungkan penguasa, yang punya modal maupun yang punya kekuasaan.

Terbukti secara jelas, bahwa sistem ekonomi kapitalis membawa kepada kehancuran. Bagaimana tidak? Pondasi sistem ekonomi kapitalis berbasis riba. Riba atau suku bunga inilah yang menyebabkan jumlah uang yang beredar tidak sesuai dengan transaksi yang ada.

Menyambung dari masalah ini, sistem moneter dari ekonomi kapitalis ini tidak berbasis emas dan perak, melainkan berbasis uang kertas. Akhirnya, dari dua masalah tersebut, utang Indonesia tak kunjung lunas hingga merambat pada melemahnya rupiah terhadap USD (dolar Amerika). Melemahnya rupiah sempat menyentuh angka 14.148 per dolar AS.

Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 4,23 persen. Dari melemahnya rupiah ini akan berdampak pada kesenjangan sosial. Pertumbuhan ekonomi lambat, akibatnya banyak industry-industri yang memberlakukan PHK bagi karyawannya, dari situlah pengangguran meningkat.

Ketika meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan angka putus sekolah juga akan meningkat. Berdampak pula pada daya beli masyarakat. Secara otomatis daya beli masyarakat akan menurun, dan akhirnya terjadi rendahnya nilai gizi masyarakat. Kebutuhan pangan tak terpenuhi.

Selain masalah penyebab kehancuran ekonomi Indonesia, ada masalah yang sangat ekstrem, yaitu liberalisasi atau privatisasi sumber daya alam (SDA) Indonesia. Sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh Negara pada kenyataannya diberikan asing untuk dikelola asing.

Dari sini dapat dipastika yang jauh lebih untung pastinya asing, bukan Indonesia. Indonesia punya sumber daya manusia yang berkompeten, tetapi tidak dimanfaatkan secara baik oleh Negara, tidak digunakan untuk kepentingan rakyat, melainkan hanya untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.

Polemik ekonomi dalam bingkai ekonomi kapitalis semakin terasa kerusakannya. Jika sudah demikian, apakah yang rusak ini tetap dipertahankan dengan cara diperbaiki atau diganti dengan yang terbaik?

Yang namanya rusak, kalaupun diperbaiki pasti nanti akan rusak lagi. Barang yang rusak, diperbaiki kerusakannya, pasti nanti barang tersebut akan rusak kembali. Terlebih lagi dengan sistem yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Yang namanya kapitalis pasti akan menguntungkan bagi mereka yang punya kekuasaan dan punya modal, sedangkan rakyat terkecil akan terabaikan. Maka dari itu, sekalipun sistem ekonomi kapitalis ini diperbaiki kerusakannya, tidak akan pernah menjamin kemashlahatan umat. Lalu apa solusinya? Sistem ekonomi apa yang katanya sebagai sistem terbaik itu?

Jawabannya tidak panjang, hanya satu kata yaitu Islam. Sistem ekonomi Islam yang mampu menjamin kemashlahatan umat, hak-hak umat akan terpenuhi secara otomatis, tidak ada yang namanya riba atau suku bunga, tidak ada juga yang namanya uang kertas sehingga tidak ada istilah melemahnya nilai tukar mata uang karena dalam Islam uang yang dipakai berbasis emas dan perak, bahkan tidak akan pernah sumber daya alam Negara diberikan kepada asing untuk dikelola.

Saatnya negeri ini diguncangkan dengan guncangan sistem ekonomi Islam untuk menumpaskan sang ekonomi kapitalis.

 

Winda Sari  adalah Mahasiswi Universitas Jember. [KONF/MO]
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...