25 May 2018

RR: Impor Berlebih Jutaan Ton, Pemerintah Bekerja untuk Negara lain

KONFRONTASI -  Pakar ekonomi senior Rizal Ramli mengatakan terkait impor, pemerintah saat ini tidak lagi bekerja untuk rakyat tetapi untuk petani di Vietnam dan Thailand.

“Kebijakan impor juga sama, impor berlebih lebih, impor garam kelebihan 1,5 juta ton,” kata Rizal Ramli usai diskusi dan dialog kebangsaan yang digelar pemuda muslimin indonesia di Jl RE Martadinata, Bandung, Sabtu (14/4).

Akibatnya petani garam se Jawa Timur, kehilangan pembeli, hal yang sama juga dialami petani tebu, petani beras.

Kondisi itu, terang membuat petani bertanya-tanya, pemerintah saat ini sebetulnya sedang bekerja untuk siapa, untuk petani Indonesia atau petani Thailand  dan Vietnam.

Petani patut bertanya seperti itu, sebab kalau benar pemerintah bekerja untuk rakyat Indonesia, tidak mungkin terjadi kecolongan sedemikian rupa.

“Impor garam berlebih 1,5 juta ton, impor gula berlebih 1,7 ton, dan sebagainya,” ujar Rizal Ramli penuh selidik.

Terkait penegakan hukum, juga payah, hukum sudah tidak lagi menjadi panglima.

“Saat ini hukum tidak adil, hukum memilih-milih siapa yang jadi sasarannya, yang hoax siapa, yang kena siapa. Rasa ketidak-adilan itu, menyakitkan umat islam,” kata Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, hukum seharusnya adil, siapa aja yang bersalah, layak mendapatkan hukuman, bikin hoax, ngaco, teroris harus mendapatkan perlakuan yang sama.

“Kalau yang hoax orang Islam, ditangkap. Kalau enggak, enggak diproses, itu tidak adil,” pungkasnya. (KONF/BALKOT)

Category: 
Loading...