29 March 2020

RR: Baru Tersadar, Utang Jor-joran Pemerintah Berdampak Negatif Terhadap Daya Beli dan Bisnis

KONFRONTASI- Banyak yang berkata, “Terserah deh pemerintah & BUMN mau ngutang jor-joranan. Toh tidak ada hubungan dengan saya”.

Pernyataan itu benar selama utang itu dalam batas wajar. Tetapi kalau berlebihan seperti saat ini, ada “crowding-out effect”.

Demikian peringatan/penyadaran yang disampaikan begawan ekonomi Rizal Ramli di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

“Setiap kali pemerintah jual Surat Utang Negara (SUN), 30% dana pihak ketiga di lembaga keuangan akan tersedot karena bunganya 2% lebih mahal dari deposito dan dijamin 100%,” tegas Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.

“Itulahlah yang menjelaskan kenapa pertumbuhan kredit hanya 6,02% tahun 2019. Sementara pada ekonomi normal, kredit tumbuh 15-18% per tahun,” sambung dia.

Masih kata mantan Tim Panel Ekonomi PBB ini, hal itu pula yang menjelaskan mengapa uang susah didapat, daya beli anjok, bisnis menggelepar.

“Baru mulai sadar deh, ternyata utang jor-joran pemerintah ada pengaruhnya terhadap daya beli dan bisnis. Gara-gara kelola ekonomi makro amatiran,” tandas Menko Ekuin Presiden Gus Dur ini.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...