19 August 2019

Rizal Ramli yang Mampu Atasi Stagnasi Ekonomi warisan SBY- Jokowi

KONFRONTASI: Capres rakyat Rizal Ramli PhD (RR), adalah satu-satunya teknokrat senior yang mampu mengatasi stagnasi ekonomi dan kemiskinan massal dewasa ini era  SBY-Jokowi.

RR, Doktor ilmu Ekonomi  lulusan Boston University,AS, adalah tipikal pelayan rakyat, dan ia sejak kecil jadi anak yatim piatu,  tumbuh sebagai sosok berjiwa  negarawan dan intelektual aktivis ala Soekarno-Hatta, yang bekerja dalam diam untuk menegakkan daulat rakyat bidang ekonomi, politik dan budaya. Partai-partai diharapkan akyat mau  mengusungnya untuk pimpin Indonesia dengan cara-cara yang humanis dan demokratis. RR jebolan Fisika ITB dan demonstran yang selalu menyerukan perubahan, perubahan dan perubahan, dengan lagu kesukaannya yakni laguSuara Kemiskinan yang menyerukan perubahan karya  Franky Sahilatua.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan perempuan rakyat

Aksi jitunya antara lain menyelamatkan Bank Indonesia Internasional (BII) yang hampir kolaps karena di-rush. Seperti biasa, International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia menyarankan likuidasi atau rekapitalisasi. Yang sudah-sudah, para Menko Perekonomian akan mengamini saran itu, walau harus  menggelontorkan duit triliunan rupiah. Namun dia menyelamatkan BII tanpa suntikan dana serupiah pun.
Rizal Ramli juga menyelamatkan PLN dari kebangkrutan karena modalnya sudah minus Rp9 triliun. Dengan tanpa serupiah pun suntikan dana, modal PLN disulap menjadi lebih dari Rp119,4 triliun. Dari situ PLN bisa mencari dana lagi (menerbitkan obligasi, dll) sehingga batal bangkrut.
Bukan itu saja, langkah terobosan juga dilakukannya dalam renegosiasi listrik swasta yang sarat korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Harga beli tarif listrik PLN dapat diturunkan dari US$7-9 cent/kwh menjadi hanya sekitar US$4 cent/kwh. Buah dari kebijakan terobosan ini, PLN dapat menghemat miliaran dolar dan menurunkan beban utang sebesar US$35 miliar.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan perempuan rakyat



Berpihak kepada yang kecil
Sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), Rizal Ramli melakukan restrukturisasi utang dalam dan luar negeri ratusan perusahaan yang dikelola Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Pada Oktober 2000, KKSK mulai merestrukturisasi utang 14.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki nilai pinjaman di bawah Rp5 miliar. Dia memutuskan, UMKM bisa memperoleh potongan pokok dan bunga atas pinjamannya hingga 50% jika mereka mau melunasi pinjamannya sekaligus.
Sejumlah menteri dan pejabat eselon I menentang terobosan ini. Alasannya, akan menimbulkan moral hazard dan jadi preseden bagi para debitor lain. Namun tokoh kelahiran 10 Desember 1953 ini berkilah, sudah saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada UMKM. “Kalau untuk para konglomerat yang utangnya ratusan miliar bahkan belasan triliun kita bisa kasih bermacam kemudahan, kenapa untuk rakyat kecil tidak?” tukasnya.
Pada Mei 2001, sebagai Menko Perekonomian, laki-laki yang juga mantan dosen ekonomi Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana UI ini mendorong penghapusan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat.
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetisi dan mendorong kedua operator telekomunikasi nasional tersebut menjadi full service operators. Banyak kalangan, baik domestik maupun internasional, menilai kebijakan yang ditempuh tokoh yang telah menjadi yatim-piatu sejak sangat belia itu sebagai langkah yang tepat dan kredibel. Lewat terobosannya tersebut, negara berhasil memperoleh tambahan penerimaan Rp4,2 trilliun. Hebatnya lagi, duit sebesar itu diraup tanpa harus menjual selembar pun saham Telkom atau Indosat.


Benahi rekening liar
Waktu Rizal Ramli jadi Kabulog, dia juga merampingkan 119 rekening pejabat (liar) menjadi hanya 19 rekening. Semuanya jadi akuntabel dan transparan. Padahal, sebelumnya ke-119 rekening itu menjadi tempat penampungan pungli, upeti, dan dana2 off bujet lain yang hanya dinikmati para petinggi Bulog.
Dia juga memangkas biaya perjalanan dinas lebih dari 40%. Bukan hanya itu, dalam kepemimpinannya yang juga singkat, dia meninggalkan saldo Rp 5 triliun lebih di kas Bulog. Sayangnya duit itulah yang kemudian dijadikan foya-foya penggantinya hingga masuk penjara dan membeli pesawat sukhoi yang kontroversial itu.
Masih soal Bulog, hampir semua Kepala Bulog akhirnya masuk penjara karena korupsi. Cuma Rizal Ramli dan Jusuf Kalla yang tidak. Ini lagi-lagi menjadi bukti, bahwa Rizal Ramli adalah pemimpin yang amanah, tidak korup, dan yang paling penting, punya kapasitas di atas rata-rata. Kebijakan-kebijakannya penuh dengan terobosan dan terbukti jadi solusi jitu atas masalah yang terjadi.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan perempuan rakyat
Waktu menjadi Menko Perekonomian, dia memangkas banyak substansi dalam Letter of Intent (LoI) yang selama ini didiktekan oleh IMF. Lewat LoI itulah IMF menjajah indonesia, memperbudak para pejabatnya, dan mengambil allih banyak aset dengan amat murah. Dia juga pergi berunding Paris dalam rangka sidang Consultative Group on Indonesia (CGI) tanpa Widjojo cs yang selama ini dianggap sebagai arsitek pembangunan ekonomi indonesia.
Peristiwa ini cukup menggemparkan. Pasalnya, mitos yang dihembuskan menyebutkan Widjojo adalah tokoh yang sangat disegani di kalangan dunia internasional. Tokoh ini juga digambarkan memiliki jaringan dan lobi yang kuat di kalangan negara kredior. Saat berunding di Paris, media mainstream nasional dibanjiri artikel dan berita yang mengutip pendapat dan prediksi ekonom kaki tangan neolib, bahwa tidak melibatkan Widjojo dalam perundingan, sudah pasti akan membuahkan kegagalan yang memalukan.
Akhirnya waktu juga yang membuktikan, bahwa prediksi dan serangan itu terlalu mengada-ada. Rizal Ramli bukan saja berhasil memperoleh pinjaman lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tapi juga mengantongi hibah dalam jumlah yang sangat signifikan.
Dengan demikian, semua mitos tentang kehebatan Widjojo adalah omong kosong belaka. Faktanya, Widjojo cs dan Mafia Barkeley-nya itu tidk lebih dari komparador IMF/Bank Dunia. Pembangunan ekonomi mereka selama 32 tahun terbukti keropos dan hancur lebur saat diterjang krisis. Ketika negara lain (Thailand, Korsel, dan lainnya) sudah bangkit dari krisis, Indonesia masih saja terbenam. Inilah buah pembangunan ekonomi yang bermazhab neolib yang dianut Widjojo cs selama lebih dari 30 tahun.
Prestasi Rizal Ramli juga terekam dengan amat baik ketika menjadi Preskom PT Semen Gresik (Persero). Dia menggabungkan/mengkonsolidasi pabrik-pabrik semen di bawah Gresik (Padang dan Tonasa), menghapus kompetisi pasar yang tidak sehat dan merugikan, serta menekan inefesiensi. Hasilnya, nilai Semen Gresik melampaui Tiga Roda dan Holchim. Bahkan di tangannya sebagai Preskom, Semen Gresik disulap menjadi satu dari tujuh BUMN yang paling mentungkan.

Nasehat demi nasehat
Sejatinya masih banyak lagi prestasi Rizal Ramli, baik ketika maupun setelah menjabat. Setelah menjabatmisalnya, Rizal Ramli, tetap dan terus memberi nasehat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang banyak hal, khususnya menyangkut kebijakan di bidang ekonomi. Salah satunya agar Blok Cepu tidak diserakan kepada Exxon (asal tahu saja, Bush menekan SBY agar menyerahkan Cepu kepada Exxon). Rizal ke Istana untuk memenuhi panggilan  SBY yang membutuhkan saran dan nasehatnya.
Beberapa saran Rizal Ramli itu adalah, 1. Pemerintah RI bisa menuntut Exxon karena menerima/menadah barang curian. Kronologinya, Cepu itu awalnya milik Pertamina. Saat Presiden Soerharto berkuasa, dengan KKN Cepu menjadi milik Tommy Soeharto. Ketika bapaknya terguling, Tommy ketakutan dan menjual ke perusahaan Australia seharga US$100 juta. Selanjutnya perusahaan itu menjual ke Exxon senilai US$1 miliar. Jadi, Exxon telah menerima barang curian.

Hasil gambar untuk rizal ramli dangontor
Saran kedua, Blok Cepu dilelang saja. Undang perusahaan-perusahaan  minyak dari negara-negara lain; Jepang, Cina, Spanyol, Malaysia, dan lainya. Lewat  lelalng, pasti harganya akan jauh lebih baik ketimbang yang ditawarkan Exxon. Dalam hitung-hitungannya, sedikitnya Indonesia akan memperoleh US$20 miliar lagi tambahan dibandingkan harga yang ditawarkan Exxon. Cepu itu, kata Rizal Ramli, nilainya kini tidak kurang dari US$200 miliar.
SBY sangat senang dengan saran lelang tadi.  Dia pun mencatat pointer-pointer penting dari saran itu. Tapi, lagi-lagi, sayang saran-saran bagus ini sama sekali tidak dituruti SBY. Dia lebih suka menyenangkan, tunduk, dan patuh kepada majikan asingnya.
Sampai akhir 2007, walau tidak menjabat lagi, sebetulnya Rizal Ramli masih sering memberi masukan kepada SBY. Hal itu dilakukan secara tertutup, jauh dari hingar-bingar liputan media massa SBY. Kebanyakan saran-saran itu disampaikan karena SBY memang minta nasehat dan mengundang Rizal Ramli ke Istana. Biasanya, SBY manggut-manggut dan mencatat kritik/nasehat yang dia anggap bagus. SBY juga berjanji akan melaksanakannya (spt pada kasus Cepu tadi, dia setuju dan berjanji akan melaksanakan saran melelang Cepu, walaupun faktanya SBY akirnya tetap menyerahkan kepada majikan Amerikanya).
Kalau publik tidak tahu semua prestasi cemerlang Rizal Ramli di masa silam (baik ketika maupun setelah menjabat) itu, ya wajar saja. Rizal Ramli bukanlah tipe pejabat gila pencitraan. Dia bekerja dalam senyap, jauh dari publikasi wartawan. Padahal, kalau saja dia mau menggunakan wartawan, itu juga sangat sah dan dibenarkan (dalam ilmu public relations/PR itu malah "wajib"). Pasalnya, rekam jejaknya jauh melampaui kinerja para menteri pada umumnya. Rizal Ramli tidak seperti SBY yang sibuk bercitra ria padahal kinerjanya di bawah banderol seorang presiden.
Namun prestasi kinclong Rizal Ramli selama menjabat yang amat singkat, bisa dibaca pada buku berjudul "Rizal Ramli, Lokomotif Perubahan; Kebijakan terobosan 2000-2001". Buku ini terbit sekitar tahun 2008an. Publik bisa membaca dengan pikiran terbuka dan hati jernih, jauh dari prasangka.
Gerakan Menuju Indonesia Bermartabat (MIB), di Jogjakarta mengumumkan hasil penjaringan nama-nama tokoh yang dianggap layak diperjuangkan untuk maju sebagai calon presiden Indonesia (Sabtu, 26/2/12). Oleh gerakan yang beranggotakan sekitar 10 ribu Facebookers di 31 provinsi disebutkan bahwa tiga tokoh layak sebagai capres, yaitu Dr. Rizal Ramli, Mahfud MD, dan Joko Widodo.
Koordinator MIB, Sholeh UG, menjelaskan, nama ketiga tokoh ini muncul melalui proses penjaringan bertahap. Tahap pertama menginventarisasi tokoh-tokoh yang sudah muncul di media massa, baik yang sudah dicalonkan atau diusung oleh partai politik maupun mencalonkan diri.
Termasuk dalam tahap ini adalah tokoh-tokoh yang muncul dalam polling-polling yang dilakukan oleh lembaga survei. Nama-nama tokoh tersebut kemudian dikaji, dan dibahas oleh forum facebookers. Figur-figur tersebut antara lain Abu Rizal Bakrie, Sri Mulyani Indrawati, Prabowo Subianto, Mahfud MD, Puan Maharani, Anas Urbaningrum, Hatta Radjasa, Yusril Ihza Mahendra.
Kemudian melalui tahap usulan terbuka. Tiap anggota bebas mengusulkan tokoh yang menurut catatan anggota layak diperjuangkan. Nama-nama yang muncul adalah: Mahfud MD, Rizal Ramli, Joko Widodo, Anies Baswedan, Hery Zudianto, Agustin Teras Narang, Fadjroel Rahman, Fadel Muhammad, Din Syamsuddin, dan Yusril Ihza Mahendra.

Hasil gambar untuk rizal ramli dangontor
Tahap inventarisasi, yaitu nama-nama yang sudah muncul dari proses pertama dan mendapat catatan positif anggota masuk dalam tahap ketiga. Sedang nama-nama yang diusulkan oleh anggota, selama dia bukan tokoh yang masuk tahap pertama dan sudah ditolak, langsung masuk dalam tahap inventarisasi.
Dalam tahap ini ada Sembilan tokoh yang muncul yaitu Rizal Ramli, Joko Widodo (Jokowi), Fadel Muhammad, Yusril Ihza Mahendra, Din Syamsuddin, Anies Baswedan, Fadjroel Rahman, dan Mahfud MD. Dengan munculnya sembilan nama tersebut otomatis nama-nama yang masuk sebelumnya dianggap tidak layak oleh para anggota MIB.
Alasan utama terhadap penolakan tokoh-tokoh tersebut antara lain:
Bagian dari pemerintah SBY yang masih menyimpan berbagai persoalan Seperti Sri Mulyani, Anas Urbaningrum, dan Hatta Radjasa. Memiliki track record yang kurang baik, yaitu Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Sri Mulyani, Anas Urbaningrum. Sedangkan yang dianggap belum jelas kiprahnya, Puan Maharani dan Agustin Teras Narang.
Menurut Sholeh UG, sembilan nama yang sudah disetujui itu kemudian didiskusikan oleh forum. Setiap hari dimunculkan satu nama. Beberapa tokoh menimbulkan perdebatan seru; pro dan kontra.
Sedang beberapa tokoh lain melaju mulus tanpa keberatan. Akhirnya dari sembilan nama itu ditetapkan tiga nama, yaitu Rizal Ramli, Joko Widodo, dan Mahfud MD.
Rizal Ramli disetujui mayoritas karena kemampuannya di bidang ekonomi, komitmennya pada ekonomi kerakyatan, integritas, dan sikap oposisinya terhadap pemerintahan SBY. Mahfud MD disetujui karena kepakarannya di bidang hukum tata negara, keberanian, dan integritasnya. Sedangkan Joko Widodo disetujui karena keberhasilannya memimpin Solo, keberpihakannya pada mobil Esemka, dan upayanya mempertahankan bangunan cagar budaya yang akan dirobohkan dan diganti menjadi mall.
Sedangkan enam nama lain tidak disetujui oleh mayoritas anggota yang memberi komentar terhadap pemunculan nama di group MIB. Keberatan anggota terhadap enam tokoh yang tidak lolos tersebut, antara lain karena factor:
Masih menyimpan persoalan masa lalu, seperti Fadel Muhammad dan Yusril Ihza Mahendra. Dianggap tidak mumpuni karena sikapnya sering tidak pada tempatnya, yaitu Din Syamsuddin dan Fadjroel Rahman. Belum memiliki kesiapan atau ketokohannya masih diragukan, yaitu Anies Baswedan.
Setelah melalui proses tersebut Menuju Indonesia Bermartabat (MIB) setuju dan akan menyuarakan Rizal Ramli, Joko Widodo, dan Mahfud MD untuk dicalonkan sebagai calon pemimpin Indonesia.
MIB mensyaratkan seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan transformasional bukan transaksional, dan karena itu harus bebas dari belenggu sistem (baik kepartaian maupun pemerintahan). Kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang berada di barisan terdepan untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bukan hanya sekedar berwacana tapi juga harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Dan ketiga tokoh tersebut telah teruji dalam kiprahnya memiliki tipe kepemimpinan transformasional.
Bersih dan berani membersihkan. Pemimpin tidak boleh terikat dengan kontrak-kontrak politik-ekonomi yang akan membuat dirinya tersandera, dan kemudian dalam pengambilan kebijakannya harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, kaum kapitalis dan neolib. Pemimpin juga harus berani untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk penyimpangan, demi menegakkan martabat bangsa Indonesia. Dan ketiga tokoh tersebut sudah teruji bersih dan memiliki keberanian untuk membersihkan.
Berani dan berintegritas, serta memiliki sikap nasionalisme yang jelas. Sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, dengan kekayaan alam yang berlimpah dan SDM yang mumpuni di segala bidang, maka seorang pemimpin haruslah berani menegaskan kedaulatan Negara dari campur tangan asing yang hendak menjajah Indonesia, baik secara politik, ekonomi maupun militer. Pemimpin harus berani melindungi hak-hak rakyat, melindungi aset-aset Negara dari upaya penjarahan pihak asing, baik penjarahan secara legal melalui perjanjian dan traktat internasional, maupun penjarahan illegal.
Seorang pemimpin harus memiliki visi jauh kedepan, berjiwa kenegarawanan. Sehingga seorang pemimpin tidak boleh hanya mementingkan kelompok, golongan dan partainya saja, tapi harus benar-benar menyejahterakan warga bangsa, membawa warga bangsa menuju kemakmuran.[zul)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...