15 September 2019

Rizal Ramli Tak Boleh Gagal Benahi "Dwell Time", sebab Kepercayaan pada Presiden Jokowi Bisa Habis

KONFRONTASI- Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai, ada harapan yang digantungkan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam memperbaiki sistem bongkar muat barang di pelabuhan-pelabuhan. Harapan rakyat  itu digantungkan pada Rizal Ramli, Menko Maritim dan Sumber Daya, sosok yang dipercaya Jokowi dan rakyat kita.. Rizal Ramli harus kerahkan seluruh instansi terkait, termasuk TNI/Polri dan BIN untuk atasi masalah, termasuk mengatasi mafia di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, tak hanya Tanjung Ripok.

Memangkas waktu bongkar muat barang (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta merupakan suatu tes bagi pemerintahan Jokowi, khususnya bagi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.. "Kalau sampai ini gagal atau berhasilnya hanya sebentar, berbahaya, karena bisa habis kepercayaan dalam dan luar negeri kepada Presiden, kepada Rizal Ramli," kata Fuad dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (30/8/2015).

Kendati demikian, Fuad optimistis masalah bongkar muat barang di pelabuhan ini bisa dibenahi. Ia menilai ada political will atau kemauan politik dari Presiden untuk membenahi masalah ini.

Presiden sendiri pernah mendatangi Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengawasi langsung proses bongkar muat barang di sana. Di samping itu, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah melakukan pengusutan atas lambannya proses bongkar muat barang di Tanjung Priok.

"Juga ada tim rajawali ngepret itu. Kita lihat saja nanti hasil-hasilnya," kata Fuad.

Dalam rangka memangkas waktu bongkar muat barang (dwell time), Rizal membentuk tim task force yang beranggotakan para jenderal Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tim tersebut akan dipimpin oleh Roni Rusli sebagai Ketua Koordinator Task Force. Dia adalah mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mantan pejabat di Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Ekonomi), dan Dosen Universitas Indonesia (UI).

Roni akan dibantu oleh dua orang yakni mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Prasetyo dan Deputi Kemenko Kemaritiman yang juga mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yaitu Agung Kuswandono.

Menurut Fuad, lamanya waktu bongkar muat barang tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, namun juga di pelabuhan lainnya. Masalah yang terjadi sejak lama ini berdampak terhadap banyaknya biaya yang harus dikeluarkan para pengusaha. (KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 15 Sep 2019 - 09:57
Minggu, 15 Sep 2019 - 08:59
Minggu, 15 Sep 2019 - 08:57
Minggu, 15 Sep 2019 - 08:11
Minggu, 15 Sep 2019 - 07:59
Minggu, 15 Sep 2019 - 07:57
Sabtu, 14 Sep 2019 - 21:55
Sabtu, 14 Sep 2019 - 21:51
Sabtu, 14 Sep 2019 - 21:44
Sabtu, 14 Sep 2019 - 21:39
Sabtu, 14 Sep 2019 - 21:35
Sabtu, 14 Sep 2019 - 20:58