24 July 2019

Rizal Ramli Siap Dicalonkan Parpol Maju ke pilgub DKI. Analis: Rizal Lawan Berat Ahok, (maaf) Bukan Sandiaga Uno atau Yusril Ihza

KONFRONTASI- Setelah didesak puluhan elemen, paguyuban, dan organisasi kemasyarakatan, mantan menko ekuin/menko kemaritiman Rizal Ramli memutuskan bersedia dicalonkan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.''Hanya Rizal Ramli lawan berat Ahok,selain Risma Walikota Surabaya, (maaf bukan Sandiaga Uno/Yusril Ihza)  dan itupun kalau Risma maju masih menghadapi risiko kalah. Kalau Rizal Ramli, saya yakin dia menang atas Ahok sebab rakyat tahu RR sangat kredibel dan kapabel serta amat mencintai rakyat yang lemah, marginal dan miskin,'' kata analis politik Frans Aba PhD dari Persatuan Alumni GMNI.

"Begitu banyaknya desakan dari berbagai lapisan masyarakat, saya sudah mempertimbangkan dan siap dicalonkan untuk maju di DKI," tegas Rizal Ramli malam ini (Rabu, 31/8).

Pejuang ekonomi kerakyatan ini pun sudah mulai membangun komunikasi politik dengan sejumlah pimpinan partai politik.

"Kita ingin membangun Jakarta yang asyik," tandas Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini.

Dukungan kepada Rizal untuk maju menantang cagub incumbent Basuki T. Purnama meluas setelah bekas aktivis ITB yang pernah dipenjara pada masa Orde Baru tersebut dicopot oleh Presiden Jokowi dari kursi Menko Maritim.

Dia dinilai telah menjadi simbol masyarakat yang terzalimi oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Karena publik yakin pencopotan tersebut sangat terkait dengan kebijakannya menghentikan proyek reklamasi Pulau G. Apalagi sebelum dicopot, Rizal dan Ahok pun sempat berpolemik terkait kebijakan tersebut.

Mantan Menko Ekuin  Rizal Ramli tegaskan pentingnya Win-Win Solution bagi Reklamasi pantai Jakarta, dan pembangunan untuk kepentingan semua golongan masyarakat. ''Saya tidak akan merugikan kaum pengusaha/pengembang, namun harus ada win-win solution bagi masyarakat dan pengusaha secara adil dan bermartabat demi kepentingan semua anak bangsa. Bagi saya, dunia usaha dan masyarakat tidak boleh didikotomi, pilih kasih, harus ada solusi untuk keuntungan semua pihak agar kemajuan dan kemaslahatan bersama bisa dicapai. (j)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...