18 December 2018

Rizal Ramli Puji Jokowi Batalkan kenaikan Harga Premium

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo memilih untuk membatalkan rencana kenaikan harga bahan bahan bakar minyak (BBM) Premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter.

Keputusan Jokowi ini pun mendapat pujian dari mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, melalui akun Twitternya @RamliRizal. Tertuliskan, Rizal mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang membatalkan kenaikan harga BBM beroktan 88 tersebut.

"Mas @jokowi langkah pembatalan kenaikan harga BBM adalah langkah yang tepat," tulis Rizal dalam akun twitter yang punya pengikut 260 ribu followers itu, Kamis (11/10/2018)

RR sapaan akrabnya, menambahkan dalam cuitannya, pembatalan kenaikan harga BBM jenis premium, sejalan dengan kondisi masyarakat kelas menengah dan bawah yang mengalami pelemahan daya beli.

"Karena daya beli rakyat golongan menengah bawah merosot. Ada banyak cara lain untuk mengatasi masalah," tambah Rizal.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat menyebut harga BBM jenis premium naik Rp500 menjadi Rp7.000/liter pada pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10/2018).

 

Entah kenapa rencana ini batal dijalankan. Masih kata Jonan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kenaikan harga premium tidak jadi dilaksanakan.

Sebelum pukul 18.00 WIB, rencana kenaikan premium dibatalkan. Pembatalan tidak disampaikan Jonan, namun melalui Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Agung mengatakan, penundaan kenaikan harga premium itu juga berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan begitu, kenaikan harga BBM subsidi pada hari ini tidak akan terjadi

"Sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) menjadi Rp 7 ribu dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 secepatnya Pukul 18.00 hari ini agar ditunda," kata Agung, di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Penundaan dilakukan, kata Agung, karena keputusan tersebut akan dibahas ulang, sambil menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero). "Akan dibahas ulang, sambil menunggu kesiapan Pertamina," kata dia.[ipe]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...