21 February 2019

Rizal Ramli Prihatin dan Miris dengan Arus Besar Anti-intelektualisme dalam Masyarakat yang Diekspresikan Yudi Latif

KONFRONTASI-  Cendekiawan Yudi Latif  pada 2015 pernah menggambarkan  terjadinya arus besar anti-intelektualisme dalam masyarakat. Mengenai hal itu, Tokoh nasional/teknokrat senior Rizal Ramli sangat prihatin dan miris dengan kecenderungan umum bahwa para pejabat, pengusaha,  elite, pemimpin dan masyarakat serta politisi  semakin dangkal, banal  dan  pragmatis serta tidak menghargai pikiran dan gagasan untuk mencerdaskan dan memajukan bangsa dan negara.  ‘’Yudi Latif 2015 menggambarkan terjadinya arus besar anti-intelektualisme dalam masyarakat,’’ ujar RR.

 “Banyak orang yang tidak lagi menghargai pikiran, bahkan mengembangkan sinisme terhadap kedalaman pengetahuan. Kaum intelektual Indonesia sedang dalam pusaran arus pendangkalan pikir, ungkap Yudi Latif, cendekiawan Muslim.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan yudi latif

Dalam hal ini. Berulangkali Rizal Ramli mendorong para capres 2019 menyuarakan pikiran dan gagasan yang bernas, bukan sekedar menawarkan tahu dan tempe, tapi harus berani menawarkan menu spesial yang  menjamin empat sehat lima sempurna bagi rakyatnya, mengartikulasikan  pikiran bagaimana memenuhi kebutuhan  sandang, papan dan pangan secara cerdas dan tangkas. ‘’Tapi kita masih mendengar dan melihat tawaran para capres masih menu  tahu dan tempe, padahal rakyat butuh pikiran/gagasan yang menarik dan kredibel, rakyat menunnggu tawaran menu spesial,’’ kata RR, Menko Ekuin Era Presiden Gus Dur.

RR menghimbau para capres mengajukan pikiran/gagasan segar, dan relevan dengan tantangan zaman, bukan sekedar  debat capres ‘’business as usual’’  dengan tawaran itu–itu melulu, yang hanya membuat pikiran dan  intelektialisme mati suri.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...