14 December 2019

Rizal Ramli: Perekonomian Indonesia Berbahaya dan Kritis

KONFRONTASI - Ekonomi Indonesia ke depan masih dalam bahaya. Hal ini terlihat dari semua indikator menunjukan bahwa Indonesia  dalam keadaan kritis. Demikian diingat mantan Menko Maritim Rizal Ramli saat ngopi bareng bersama wartawan di daerah Tebet Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).

“Sudah saya ingatkan, tapi hanya Menko Perekonomian Darmin Nasution yang sudah sadar. Sayangnya terlambat,” kata RR, biasa Rizal Ramli disebut.

Dikatakan RR, setelah tidak menjadi menteri dalam kabinet kerja, ia bertemu beberapa kali dengan Presiden Jokowi.

Pendiri ECONIT Advisory ini mengingatkan Presiden. Dan saat itu Presiden juga mencatat, tapi tidak dijalankan oleh menterinya.

RR pun memperlihatkan catatan ekonomi Indonesia dari sejumlah indikator baik makro atau mikro dan juga pertumbuhan ekonomi sudah sangat mengkahawatirkan.
“Saya prediksi ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 4,5 persen. Terakhir saja sudah mencapai 5,2 persen,” ujar RR

Menurut RR, dalam kepemrintahan Presiden Jokowi masih banyak yang berpikir bahwa ekonomi itu adalah proyek. “Pikiran seperti ini sangat menyesatkan sekaliKarena kalau hanyamemikirkan proyek bisa jebol kita,” tegasnya.

Kemudian, tambahnya, para pembantu di lingkaran Jokowi, juga sangat gagap dan tidak berdaya dalam menyikapi perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

 

Padahal dalam perang dagang, kata dia, ada peluang dan ada masalah. Duanya saling terkait. Indonesia gagal dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Thailand, Myanmar dan Vietnam, misalnya. Tiga negara Asean itu berhasil memanfaatkan peluang trade war. Neraca perdagangan mereka malah surplus.

Hal lainnya yang menjadi sorotan RR, ada dua menteri yang bermasalah. Pertama Menkeu Sri Mulyani dan lainnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Menkeu lebih pro kreditor, dan tidak pro kepada rakyat kecil dan UMKM. Rakyat dipajakin sementara pengeplang pajak seperti pengusaha batu bara dan CPO tidak berani. Sedangkan Mendag, impornya ugal-ugalan. “Tapi saya heran tiga kali dipanggil KPK tapi KPK-nya tidak berdaya,” kata RR.(jft/B.Buana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...