19 December 2018

Rizal Ramli: Pemerintah Jangan Andalkan Model Perbaikan Ekonomi Bank Dunia

KONFRONTASI-Ekonomi dalam negeri di tahun 2017 diperkirakan akan mengalami stagnasi karena dinilai masih dalam kondisi sulit. "Saya menilai tahun 2017 itu ekonomi kita masih tahap konsolidasi," kata ekonom senior  Rizal Ramli ketika ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (27/12).

Keadaan itu, menurutnya, dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal. Faktor eksternal, karena terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Trump dalam janjinya saat kampanye akan mengurangi pajak untuk orang kaya di AS, sekaligus meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur. Sehingga budget defisit AS akan semakin besar dan itu akan mengakibatkan tingkat suku bunga akan naik.

"Sehingga akan terjadi aliran keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia kembali ke Amerika, pulang kandang," paparnya.

Sementara faktor internal, lanjut Rizal, pemerintah terlalu fokus dalam pemotongan-pemotongan anggaran. Padahal pemotongan anggaran oleh pemerintah itu dapat mengakibatkan ekonomi dalam negeri menjadi stagnan dan hanya akan tumbuh paling maksimal 5 persen.

Ekonomi dalam negeri yang stagnan itu juga akan berimbas pada nilai jual aset yang juga stagnan, tidak mengalami kenaikan.

"Untuk orang asing itu sangat menguntungkan kalau aset di Indonesia harganya turun," sesalnya.

Dia mengakui bahwa kebijakan pemotongan anggaran oleh pemerintah memang akan menambah anggaran negara, sehingga negara mampu membayar utang. Namun hal itu juga akan membuat para pemegang surat utang Indonesia atau Bond Holder yang notabene orang asing juga ikut senang.

"Jadi dari kacamata asing, kebijakan pemotongan anggaran ini bagus dan menyenangkan. Karena harga aset tidak naik, yang kedua, utang bisa dibayar, tapi dari segi ekonomi kita, rakyat kita, menyedihkan, karena terjadi stagnasi," sesalnya lagi.

Ditegaskan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan model pendekatan-pendekatan perbaikan ekonomi layaknya pendekatan yang dilakukan oleh Bank Dunia.

"Kita harus mencoba cara-cara lain yang jauh lebih efektif untuk memacu dan mempercepat pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. [ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...

Fatal error: Allowed memory size of 536870912 bytes exhausted (tried to allocate 16515032 bytes) in /home/konfront/public_html/includes/database/query.inc on line 1865