27 May 2018

Rizal Ramli: Mohon Maaf, Kalau Orang Islam Bikin Hoax Cepet Ditangkepin, Tapi Kalau Non-Muslim Kok Tidak Ditangkapin. Itu Tidak Adil

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan pemerintah bahwa ''Penegakan hukum harus adil, hari ini mohon maaf, saya melihat  penegakan hukum tidak adil. Contohnya, kalau pelaku Hoax dari umat Islam maka cepet ditangkepin polisi, tapi kalau pelaku Hoax bukan Islam maka tidak ditangkapin. Itu tidak adil. Mustinya siapapun pelaku Hoax harus diproses hukum, apapun  agama dan sukunya,  apapun kedudukannya. Semua orang dihadapan hukum harus diberlakukan secara  sama dan adil. Hukum harus fair dan  tidak boleh pandang bulu.''

Demikian Mantan Menko Ekuin dan Menko Mearitiman Rizal Ramli dalam acara ILC di TV One Selasa malam tadi [3/4/18]. Menurut Rizal, Indonesia tak akan maju kalau hukum tidak adil dan semua masalah diframing,dibingkai dalam konteks Jokowi vs Prabowo, Sebab dikotomi semacam itu menunjukkan betapa dangkal dan rendah kualitasnya.

Menurut RR, oleh kalangan masyarakat yang berbeda aspirasi politik dan kepentingan,  Prabowo di-framing, dibingkai  anti-Jokowi dan selalu dipertentangkan dalam framing  Prabowo vs Jokowi semacam itu. Sehingga dalam melihat  dan menyelesaikan masalah dan tantangan,  bangsa kita tidak pernah matang, dewasa dan maju, malah yang terjadi kemunduran dengan cara membingkai persoalan ekonomi-politik dan hukum dalam konteks Prabowo vs Jokowi. ''Kualitas  pembahasan macam apa ini? Pembahasan dengan membingkai semua masalah jelang Pilpres dalam kerangka Prabowo vs Jokowi itu dangkal dan tidak intelek, memalukan dan menyedihkan,'' katanya

‘’Bangsa kita tahun-tahun terakhir ini kalau berdebat lebih cenderung suka menyerang pribadi, sangat personalized, kok personality-nya yang diserang,bukan content-nya yang diperdebatkan. Saya sangat sedih dan ngenes karena itu kemunduran,''kata RR. \[ff]

Category: 
Loading...