19 December 2018

Rizal Ramli: Menkeu Sri Mulyani Bagian Integral dari Masalah Utang dan Ekonomi Neoliberal

KONFRONTASI- Teknokrat senior Rizal Ramli mengingatkan, sistem ekonomi Indonesia saat ini sudah semakin ke kanan alias liberal. Padahal, berdasarkan konstitusi, sistem ekonomi Indonesia tidak ke kanan dan tidak ke kiri. “Berdasarkan Undang-Undang Dasar kita berdiri di tengah-tengah. Tapi sekarang makin ke kanan,” ungkap pakar ekonomi, Rizal Ramli, Kamis (3/5/2018).

Dalam sistem ekonomi yang makin ke kanan, Rizal menyebut kesenjangan sosial dalam masyarakat Indonesia terus melebar.Masih tak henti Rizal Ramli habis-habisan kritik pemerintah soal utang negara. Rizal Ramli menganggap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebagai bagian integral dari masalah utang luar negeri Indonesia yang sangat besar, dari ekonomi neoliberal.. “Siapa yang zaman SBY dulu menerbitkan utang Rp 41 miliar dolar AS dengan bunga lebih tinggi dari Filipina, Vietnam dan Thailand?” kata dia, Kamis (3/5/2018).

Hasil gambar untuk rr dan sri mulyani

Menurut mantan penasihat ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa ini, rating ekonomi ketiga negara ASEAN itu lebih rendah daripada Indonesia. Seharusnya bunga Indonesia lebih rendah bukan lebih tinggi. “Jadi mohon maaf, Sri Mulyani bagian dari utang, bukan solusi. Karena menerbitkan bunga utang di atas 2 persen atau senilai Rp 121 triliun ekstra,” terang eks Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan ini.

Karena itulah, lanjut Rizal, wajar jika negara dan lembaga internasional pemberi utang memuji-muji Sri Mulyani karena mantan Direktur IMF itu memberikan bunga utang yang tinggi kepada mereka. Rizal berjanji membongkar persoalan utang negara ini jika Sri Mulyani bersedia beradu argumentasi dengannya dalam forum debat terbuka. (Darmawan S, peneliti LSM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...