26 April 2017

Rizal Ramli Menjadi Harapan Kaum Buruh Untuk Mengatasi Neoliberalisme/Fundamentalisme Pasar, dan Menegakkan Trisakti Bung Karno

Adnan Buyung-Rizal Ramli

KONFRONTASI-Modal popularitas tak cukup buat para calon presiden menciptakan jembatan emas yang dicita-citakan Bung Karno. Jembatan emas dimaksud berdikari dalam bidang ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam bidang budaya.

Lingkar Studi Perjuangan (LSP) menilai terdapat empat nama tokoh nasional yang dianggap mampu membangun jembatan emas tersebut. Yakni Rizal Ramli, Ryamizard Ryacudu, Abraham Samad, dan Jusuf Kalla. Tokoh-tokoh ini juga dinilai layak diusung menjadi bakal capres di Pilpres 9 Juli nanti.

"Rizal Ramli merupakan tokoh yang mendapatkan nilai indeks kedaulatan plus (+) yang tertinggi. Angkanya 88," kata Direktur LSP I Gede Sandra dalam diskusi bertema 'Siapa Cawapresnya' di Galeri Cafe, Cikini, Jakarta, Minggu (11/5).

Sedangkan Ryamizard memiliki indeks kedaulatan plus sebesar 67, Abraham Samad sebesar 63, dan JK sebesar 50.  

Parameter dalam penilaiannya adalah visi dan bukti Trisakti, rekam jejak KKN, kepemimpinan, pluralisme, jaringan internasional, luas konstituen, dan keberpihakan kepada rakyat.

Gede menambahkan, alasan Rizal bisa memiliki indeks kedaulatan plus tertinggi lantaran dianggap sebagai pejuang ekonomi rakyat yang rekam jejaknya selama puluhan tahun dalam membela kedaulatan bangsa, kedaulatan rakyat, dan pluralisme.

"Dalam hal perjuangan pemberantasan KKN, Rizal juga cukup bersinar. Hal ini mengingat prestasinya yang sukses memberantas korupsi di Bulog," jelasnya

SUARA BURUH

Hingga kini, setidaknya sudah ada duacalon presiden yang kemungkinan besar akan bertarung dalam pemilihan presiden 9 Juli nanti. Terjawab sudah, teka-teki mengenai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto, dan  Joko Widodo. Prabowo dengan Hatta Rajsa dan Jokowi dengan Jusuf Kalla.

Bagi kaum buruh, dari sejumlah nama yang disebut akan menjadi cawapres, nama Rizal Ramli dianggap paling layak diusung. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Gus Dur itu dinilai memiliki pengalaman, kapabilitas, integritas sebagai cawapres siapa pun capresnya.

Muhammad Sindhu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) SPSI 1973 menyatakan, diantara tujuh peserta Konvensi Rakyat, Rizal Ramli dianggap paling menonjol. Tak hanya dalam gagasan, Rizal Ramli memiliki komitmen memperjuangkan ideologi Trisakti Bung Karno.

"Rizal Ramli memiliki komitmen dan memperjuangkan komitmennya sejak mahasiswa. Rizal Ramli memegang teguh ideologi Bung Karno. Dalam pidato dan pernyataannya Bung Rizal sangat cerdas dan memiliki visi ke depan," kata Sindhu kepada SP, Selasa (29/4) malam.

Sindhu mengatakan, kemampuan Rizal Ramli yang merupakan mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kepala Bulog dalam bidang ekonomi tak perlu diragukan lagi. Dengan kemampuan itu, Rizal Ramli dinilai dapat melengkapi kemampuan capres yang akan bertarung bersamanya.

"Rizal Ramli memahami dengan baik makro ekonomi. Mungkin satu-satunya tokoh yang mampu," ungkapnya.

Dikatakan Sindhu, selain kemampuan dalam bidang ekonomi, Rizal Ramli juga dinilai memiliki rekam jejak yang baik. Selama ini dengan berbagai jabatan yang pernah diemban, ekonom lulusan Boston University itu tak memiliki catatan terkait kasus apapun. Selain itu, Rizal Ramli bukanlah tokoh yang berasal dari partai.

"Untuk menyelamatkan bangsa ini sebaiknya calon wakil presiden berasal dari tokoh non-partai karena Kita tahu politik transaksional saat ini sangat kental," jelasnya.

Hal senada disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Menurutnya, Rizal Ramli memiliki kemampuan untuk menjadi cawapres. Dikatakan Said, presiden dan wakil presiden terpilih nantinya tidak hanya memimpin Indonesia, tetapi juga harus mampu menguasai ekonomi makro terutama dalam dunia internasional.

"Rizal Ramli memiliki kemampuan itu. Beliau mantan birokrat yang pernah menjadi Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Kepala Bulog dan saat ini menjadi penasihat PBB," katanya.

Selain menguasai bidang ekonomi, Said mengatakan, kedekatannya dengan almarhum Gus Dur membuat  Rizal Ramli memiliki pemahaman terkait humanisme dan pluralisme di Indonesia yang sejalan dengan Gus Dur. Rizal Ramli juga terlibat aktif dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia terutama bagi kaum minoritas.

"Rizal Ramli merupakan figur yang bersih dan dalam pandangan kami

Rizal Ramli orang yang tepat untuk diusung. KSPI sangat clear untuk cawapres ini," tegasnya.
M
eski demikian, Said menyatakan, pihaknya hanya akan mendukung capres dan cawapres yang berani menandatangani kontrak politik yang diajukan kaum buruh. Disebutkan, dalam kontrak politik itu capres dan cawapres harus mampu merealisasikan 10 tuntutan umum yang diajukan buruh jika terpilih, yakni menaikkan upah minimum sebesar 30 persen pada tahun 2015, menolak penangguhan upah minimum, menjalankan jaminan pensiun bagi buruh di perusahaan swasta pada Juli 2015, menjalankan jaminan kesehatan pada buruh, menghapus outsourcing termasuk di perusahaan BUMN, Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga dan revisi UU Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, mencabut UU Ormas, mengangkat pegawai dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil, serta subsidi Rp 1.000.000 per orang setiap bulan dari APBN untuk honorer, menyediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh, serta menjalankan wajib belajar 12 tahun dan sediakan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

"Jika kontrak politik ini disetujui dan diumumkan secara terbuka kami akan dukung capres dan cawapres tersebut. Kami juga berharap dalam pemerintahan ke depan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Pendidikan, dan Menteri Perumahan berasal dari aktivis buruh dan guru," tegasnya. [

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...
Rabu, 26 Apr 2017 - 19:49
Rabu, 26 Apr 2017 - 19:30
Rabu, 26 Apr 2017 - 19:05
Rabu, 26 Apr 2017 - 19:00
Rabu, 26 Apr 2017 - 18:58
Rabu, 26 Apr 2017 - 18:47
Rabu, 26 Apr 2017 - 18:44
Rabu, 26 Apr 2017 - 18:43