16 December 2017

Rizal Ramli Meminta Menteri-Menteri Kabinet Kerja Jangan Jadikan Rakyat ''Kelinci Percobaan''

KONFRONTASI- Ekonom senior Indonesia Rizal Ramli mendesak pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menjadikan rakyat sebagai kelinci percobaan. Bagaimanapun, kata Rizal Ramli, rakyat bukanlah kelinci percobaan dan para menteri Kabinet Kerja harus bijak dan bekerja ekstra keras..

Salah satu pembantu Jokowi yang disindir Rizal adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Menurutnya, kebijakan menyerahkan harga bahan bakar minyak (BBM) ke pasaran dan akan menaikkan harga setiap dua pekan adalah keterlaluan.

"Itu kebijakan konyol. Itu kebijakan kelihatannya hanya mau menjadikan rakyat sebagai kelinci percobaan," kata Rizal saat ditemui di kediamannya, Tebet, Jakarta (Minggu, 12/4)

Dia memastikan, kebijakan seperti itu keluar karena menteri-menteri Jokowi yang bertanggung jawab di sektor perekonomian hanya mengandalkan text book ekonomi. Yang mana di dalamnya hanya mengikuti saran-saran Bank Dunia.

Sayangnya, text book yang merupakan mazhab Bank Dunia itu diperuntukkan dan berlaku di negara-negara maju. Di negara-negara maju, harga BBM yang kerap naik dan turun setiap pekan dapat disesuaikan secara langsung oleh harga ekonominya.

"Jika di Indonesia, kalau BBM naik harga naik. Tapi, saat turun, harga-harga tidak ikut turun. Pasar di Indonesia juga belum kompetitif," jelas Rizal.

Menurut Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, pendekatan ekonomi yang diterapkan di Indonesia harus berdasarkan pendekatan struktural. Dengan melihat lebih dulu struktur ekonomi dalam negeri sebelum mengeluarkan kebijakan.

"Kalau ekonomi liberal obatnya sama di seluruh dunia, obatnya serahkan mekanisme pasar. Di Indonesia beda, sekarang pengusaha dan rakyat makin pusing menyesuaikan kebijakan yang diserahkan pada mekanisme pasar," jelas Rizal.

Makanya, dia meminta para menteri Jokowi atau Kabinet Kerja harus mempelajari esensi UUD 1945 yang di dalamnya negara diperintahkan untuk memainkan peran strategis mengukuti struktur dalam negeri.

"Model menteri-menteri liberal begini yang membuat Jokowi rusak," tegas Rizal.[ian/rm]

 

 

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...