22 May 2018

Rizal Ramli Kritik Kebungkaman PKS Terhadap Sistem Ekonomi Neoliberal

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, Partai Keadilan Sejahtera selaku partai yang lahir di era reformasi hampir tak terdengar suaranya dalam melawan sistem ekonomi neoliberal.

Padahal, kata Rizal, salah satu agenda reformasi adalah menumbangkan sistem ekonomi neoliberal yang berdiri tegak saat era Orde Baru.

"Partai Keadilan Sejahtera enggak pernah ngomongin soal ekonomi yang bikin sejahtera," kata Rizal dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional PKS di Hotek Bumiwiyata, Depok, Selasa (7/3/2017).

Rizal mengatakan, PKS yang lahir dari rahim reformasi dan mewakili masyarakat kelas menengah Indonesia semestinya memperjuangkan sistem ekonomi yang menyejahterakan masyarakat kecil dan menengah.

"Tapi dari pidato-pidato petinggi PKS saya lihat kok malah mendukung sistem ekonomi neoliberal yang saat ini digembar-gemborkan pemerintah saat ini," tutur mantan Menko Ekuin dan Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Karena itu, selaku ekonom, Rizal mengimbau agar PKS yang memiliki kader dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu, semestinya bisa mengambil peran untuk menyuarakan dan memperjuangkan sistem ekonomi kerakyatan.

"Jadi jangan percaya sama analisis ekonomi yang getol bilang ekonomi ini nanti naik dan sebagainya, PKS harus lawan itu," kata dia.

Menanggapi hal itu, Presiden PKS Sohibul Iman menjawab bahwa PKS merupakan partai yang memihak kaum miskin. Pria yang akrab dipanggil Kang Iman ini menyontohkan pandangan ekonomi PKS dalam konteks Pilkada DKI.

"Yang paling dekat sikap PKS dalam pilkada DKI. Kalau PKS tidak memiliki visi, tentu kita akan memilih yang punya potensi menang yaitu petahana. Sejak awal PKS menolak dengan petahana karena petahana menunjukan cara pembangunan yang tidak memihak," jawab Sohibul.[mr/dtk/kcm]

Category: 
Loading...