26 August 2019

Rizal Ramli: Jokowi Kasih Data Ngasal, Jika Ratna Sarumpaet Ratu Hoaks, Siapa Raja Hoaksnya?

KONFRONTASI -  Kesalahan data dalam penyampaian saat debat capres yang dilakukan Jokowi hingga saat ini masih menuai reaksi banyak pihak. Salah satunya tokoh nasional, Rizal Ramli yang mengatakan bahwa tak seharusnya memberikan penjelasan berupa angka, yang akan menyulitkan masyarakat dalam memahaminya.

Ia menceritakan, saat menjadi menteri di era Gus Dur. Menurutnya, banyak hal dalam tehnik penyampaian pessan kepada rakyat yang dilakukan oleh Gus Dur, sehingga dapat dipahami dan mudah dimengerti.

“Saya Rizal Ramli sebetulnya sudah sering melakukan debat sejak saya masih menjadi mahasiswa. Bahkan ketika menjabat menteri di era Gus Dur, saya sempat kunjungi banyak daerah dan diberikan kesempatan untuk berpidato sebelum Gus Dur.

“Saya jelaskan banyak angka, data dan lain-lain soal ekonomi, tapi rakyat bengong lihat saya, gak ada reaksi. Tapi malah saya ditegur Gus Dur.. Saya tanya kenapa, ternyata Gus Dur menjelaskan bahwa masyarkat jangan dijelaskan berbagai hal dengan angka. Karena jangan menjelaskan seperti orang akademik dan kamu bicara sama rakyat,” ungkap Rizal, dalam sebuah diskusi di stasiun tv swasta, tadi malam.

sosok yang juga merupakan ekonom senior di Indonesia ini juga mengatakan, bahwa tidak perlu banyak penjelasan kepada rakyat. “Cukup dua hal saja, kamu cerita seperti ‘story telling’.. kamu jangan kebanyakan data, kamu ini pemimpin atau bukan, yang ingin rakyat tau .. kamu ini berpihak dengan rakyat atau tidak. Jadi untuk kelangan menengah, tidak ada data yang merupakan sebuah kekalahan, yang penting keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Rizal juga meminta kepada Jokowi untuk tidak merasa malu, jika mengalami kesalahan dan mengucapkan kepada rakyat. “ Mohon maaf, saya kecewa sekali, mas Jokowi kok datanya ngasal dan ngawur, kalau dua atau lima persen wajarlah, tapi ini terlalu banyak. Saya menganggap ini akibat ABS (Asal Bapak Senang) dan semi feodal di lingkungan birokrasi kita. Dan bukan hanya di era Jokowi, birokrasi kita memang pada dasarnya semi feodal,”

“Saya sering sekali waktu jadi pejabat banyak orang mengatakan beres pak… tidak ada masalah, padahal itu pasti gak beres, karena rakyat banyak ngeluh dan komplen, tapi pejabatnya kalau ditanya (tidak… tidak ada masalah) gituloh,” ungkap Rizal.

Ia juga menilai soal kesalahan data yang dilakukan Jokowi seperti karma, karena memang selama ini banyak pihak pemerintah yang memberikan pernyataan soal hoaks. “ini mas Jokowi kasih data ngasal, mungkin karena lingkungannya doyan banget nuduh hoax. Ini kena karma atau memang karma. Pertanyaaanya.. Jadi siapa raja hoaks?.. kalau Ratna Sarumpaet Ratu hoaks.. siapa raja hoaksnya?,” tutup Rizal. (Jft/IndonesiaKita)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...