26 May 2019

Rizal Ramli Jadi Kuda Hitam Civil Society Yang Paling Pantas Dampingi Jokowi atau Prabowo

KONFRONTASI- Negarawan dan Teknokrat senior Dr Rizal Ramli (RR) adalah kuda hitam yang pantas menjadi cawapres Jokowi atau Prabowo karena justru RR menguatkan sang capres untuk menang. Hingga kini, setidaknya sudah ada dua calon presiden terkuat yang kemungkinan besar akan bertarung dalam pemilihan presiden 2019i nanti yakni Jokowi dan Prabowo dengan catatan RR jadi cawapres yang bakal menentukan pertarungan itu. Namun, masih  jadi teka-teki mengenai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto, dan Joko Widodo, yang meski akrab tapi saling bersaing itu.

''Prabowo hanya bisa mengalahkan Jokowi kalau Prabowo berduet dengan RR, apalagi kalau Jokowi-Gatot bersekutu, maka PRabowo-RR adalah lawan seimbangnya, sebab RR adalah kuda hitam yang bisa menarik suara Islam nahdliyin NU dan Muhammadiyah (Islam kota) karena RR mengemban ekonomi konstitusi dan Trisakti Soekarno yang paling persisten dan konsisten,'' kata para analis, tokoh buruh dan intelektual serta aktivis prodemokrasi yang mengaku kecewa dengan memburuknya ekonomi tiga tahun Jokowi ini. Bagaimana kalau Jokowi-RR berduet di pilpres 2019? Jawabnya, Jokowi sangat prospektif menang lagi sebab ekonomi akan ditangani Rizal Ramli yang jauh lebih kapabel dan kredibel ketimbang Darmin dan Sri Mulyani.

Bagi kaum buruh,  nelayan, kaum miskin, mahasiswa, kelas menengah dari sejumlah nama yang disebut akan menjadi cawapres, nama Rizal Ramli dianggap paling layak diusung. Mantan Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Gus Dur  dan mantan Menko Maritim Jokowi itu dinilai memiliki pengalaman, kapabilitas, integritas sebagai cawapres siapa pun capresnya. '

Jika Jokowi kesampingkan RR, maka Prabowo bisa ajak RR berduet hadapi Jokowi-Gatot untuk bertarung 2019, dan itu sangat seru dan ketat, ungkap para analis.

Muhammad Sindhu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) SPSI 1973 menyatakan, diantara para tokoh maka  Rizal Ramli dianggap paling menonjol. Tak hanya dalam gagasan, Rizal Ramli memiliki komitmen memperjuangkan ideologi Trisakti Bung Karno. "Rizal Ramli memiliki komitmen dan memperjuangkan komitmennya sejak mahasiswa. Rizal Ramli memegang teguh ideologi Bung Karno. Dalam pidato dan pernyataannya Bung Rizal sangat cerdas dan memiliki visi ke depan," kata Sindhu kepad pers. Sindhu mengatakan, kemampuan Rizal Ramli yang merupakan mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kepala Bulog dalam bidang ekonomi tak perlu diragukan lagi. Dengan kemampuan itu, Rizal Ramli dinilai dapat melengkapi kemampuan capres yang akan bertarung bersamanya. "Rizal Ramli memahami dengan baik makro ekonomi. Mungkin satu-satunya tokoh yang mampu," ungkapnya.

 

Dikatakan Sindhu, selain kemampuan dalam bidang ekonomi, Rizal Ramli juga dinilai memiliki rekam jejak yang baik. Selama ini dengan berbagai jabatan yang pernah diemban, ekonom lulusan Boston University itu tak memiliki catatan terkait kasus apapun. Selain itu, Rizal Ramli bukanlah tokoh yang berasal dari partai. "Untuk menyelamatkan bangsa ini sebaiknya calon wakil presiden berasal dari tokoh non-partai karena Kita tahu politik transaksional saat ini sangat kental," jelasnya. Hal senada disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Menurutnya, Rizal Ramli memiliki kemampuan untuk menjadi cawapres. Dikatakan Said, presiden dan wakil presiden terpilih nantinya tidak hanya memimpin Indonesia, tetapi juga harus mampu menguasai ekonomi makro terutama dalam dunia internasional. "Rizal Ramli memiliki kemampuan itu. Beliau mantan birokrat yang pernah menjadi Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Kepala Bulog dan saat ini menjadi penasihat PBB," katanya. Selain menguasai bidang ekonomi, Said mengatakan, kedekatannya dengan almarhum Gus Dur membuat Rizal Ramli memiliki pemahaman terkait humanisme dan pluralisme di Indonesia yang sejalan dengan Gus Dur. Rizal Ramli juga terlibat aktif dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia terutama bagi kaum minoritas. "Rizal Ramli merupakan figur yang bersih dan dalam pandangan kami Rizal Ramli orang yang tepat untuk diusung. KSPI sangat clear untuk cawapres ini," tegasnya. Meski demikian, Said menyatakan, pihaknya hanya akan mendukung capres dan cawapres yang berani menandatangani kontrak politik yang diajukan kaum buruh. Disebutkan, dalam kontrak politik itu capres dan cawapres harus mampu merealisasikan 10 tuntutan umum yang diajukan buruh jika terpilih, yakni menaikkan upah minimum sebesar 30 persen pada tahun 2015, menolak penangguhan upah minimum, menjalankan jaminan pensiun bagi buruh di perusahaan swasta, menjalankan jaminan kesehatan pada buruh, menghapus outsourcing termasuk di perusahaan BUMN, Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga dan revisi UU Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, mencabut UU Ormas, mengangkat pegawai dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil, serta subsidi Rp 1.000.000 per orang setiap bulan dari APBN untuk honorer, menyediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh, serta menjalankan wajib belajar 12 tahun dan sediakan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

"Jika kontrak politik ini disetujui dan diumumkan secara terbuka kami akan dukung capres dan cawapres tersebut. Kami juga berharap dalam pemerintahan ke depan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Pendidikan, dan Menteri Perumahan berasal dari aktivis buruh dan guru," tegasnya. [F/N-6]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...