25 August 2019

Rizal Ramli Ingatkan Pemerintah: Waspadai Utang, Sudah Lampaui Batas Toleransi

KON FRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan kepada Pemerintahan Jokowi  soal utang lur negeri Indonesia. Menurut mantan menteri kemaritiman Jokowi ini, Utang Indonesia sudah melampaui batas toleransi . Jadi, bila hal ini tidak dikendalikan kondisi perenomian indonesia diambang krisis

Pernytaan Rizal itu disampaikan  seusai mengikuti kegiatan haul di pondok pesantren Attauhidiyah Giren Talang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dia menilai utang sudah berada pada tahap yang membahayakan . Sebab,  untuk membayar bunga utang luar negeri dengan utang lagi.

"Bayar bunga utang dengan utang baru lagi, ibarat gali lubang tutup jurang" ujarnya.

Rizal Ramli menjelaskan  kemampuan bayar indonesia dilihat cicilan pokok dengan bunga dibanding eksport sudah sekitar 39 persen sementara yang aman adalah 20 persen .  Beberapa indikator seperti trade account / service account/  current account/ dan primary balance di fiskal saat ini mengalami defisit .

Rizal Ramli Ingatkan Jokowi : Utang RI Sudah Lampaui Batas Toleransi

Rizal menambahkan, tahun ini saja indonesia harus membayar sekitar 840 trilyun rupiah hanya untuk mmebayar pokok dan bunga dua kali dari nilai belanja ifrastruktur . Karena itu, bekas menteri di era Gus Dur  ini meminta agar pemerintah bisa jujur kepada rakyatnya terkait utang luar negeri tersebut .

Pada pertengahan Maret 2018 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani  mengklaim dan  menjamin kondisi utang Indonesia masih aman. Berdasarkan data Bank Indonesia, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan IV-2017 tercatat stabil di kisaran 34 persen. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13 persen.

Sri Mulyani pun mengklaim, dalam pengelolaan utang dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan amanat undang-undang. "Kita juga melihat kesehatan keuangan negara seperti apa. Kita sangat transparan dalam hal anggaran," ungkapnya dalam Diskusi Nasional Indonesia Maju di Yogyakarta, Minggu, 11 Maret 2018.

Sri Mulyani mengklaim, kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih baik, terutama setelah dilakukan penyehatan APBN pada 2016. Ia menyebut ada usaha memprovokasi yang menakut-nakuti masyarakat dengan melihat utang hanya berdasarkan angka. Orang-orang tersebut sengaja ingin membuat masyarakat dan negara menjadi tidak percaya diri.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli ‎meminta pemerintah untuk berhati-hati mengelola utang. Lantaran dengan posisi yang sudah tembus Rp 4.034 triliun, menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk mulai membenahi utang tersebut.

Rizal mengungkapkan, indikator jika masalah utang ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah yaitu soal keseimbangan primer (primary balance) yang negatif. Artinya, sebagian bunga utang dibayar bukan dari pendapatan, melainkan utang baru. 

Dia menjelaskan, Debt Service Ratio (DSR) terhadap kinerja ekspor juga turut berkontribusi pada kurang produktifnya utang luar negeri Indonesia. DSR Indonesia kini sudah menyentuh 39 persen, sedangkan rasio pajak (tax ratio) baru sebesar 10,4 persen, lebih rendah dari sejumlah negara di ASEAN. 

Indikator lainnya, lanjut dia, yaitu trade account, service account, dan current account yang juga menunjukkan indikator negatif. Serta masalah suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Fund Rate yang membuat nilai tukar rupiah terus tertekan. ‎

"Itulah salah alasan utama kenapa kurs rupiah terus anjlok," lanjut dia. (kf/berbagai sumber)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...