15 November 2019

Rizal Ramli Ingatkan Bonus Demografi Bisa Jadi Fatal Buat RI

KONFRONTASI- Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020-2030. Bonus demografi adalah jumlah usia angkatan kerja dengan rentang usia 15-64 tahun mencapai 70%. Sedangkan 30% penduduk lainnya adalah berusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.
 
 
 
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut, bonus demografi bisa berakibat fatal bagi Indonesia. Hal ini terjadi bila pemerintah tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jauh lebih baik dari kondisi saat ini.
 
 
"Potensi anak muda yang hebat dan bisa jadi bonus demografi bisa jadi kecelakaan bagi kita kalau tidak mampu ubah pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," ungkap Rizal Ramli kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (13/12).
 
 
Rizal menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun terakhir bergerak hanya di kisaran 5%. Realisasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 hanya 4,79%, 2016 sebesar 5,02% dan di tahun 2017 hanya ditargetkan 5,17%.
Ini berlanjut di 2018 di mana pertumbuhan ekonomi hanya ditargetkan 5,4%. Ini terjadi karena perhitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengacu pada prediksi Bank Dunia.
 
 

Rizal Ramli dan lukisan di ruang kerjanya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

"Selama ikut Bank Dunia mohon maaf maksimal ekonomi kita tumbuh 6%. China tumbuh hampir 12% dalam 20 tahun, Jepang di bawah Perdana Menteri Ikeda setelah Perang Dunia II tumbuh 13% dalam waktu 12 tahun. Enggak pakai model Bank Dunia, tidak meminjam tapi pakai strategi dan policy nanti uang datang dengan sendirinya," sebutnya.
 
 
 
Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi ini berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. Apabila pertumbuhan ekonominya naik, maka pertumbuhan pendapatan per kapita juga naik. Namun kondisi pendapatan Indonesia cenderung bergerak datar.
 
 

Model ekonomi Asia Timur tidak memakai pedoman Bank Dunia. Misalnya Korea dan Jepang mereka punya strategi dan mereka sekarang jadi negara besar.

- Rizal Ramli

 
"40 tahun lalu semua negara di Asia sama miskinnya. Kita USD 100 per kapita, Korea USD 100 per kapita, Taiwan USD 100 per kapita, China bahkan setengah dari kita hanya USD 50 per kapita. Dalam 40 tahun Korea masuk negara maju, pendapatannya USD 35.000 per kapita atau 10 kali dari kita, Taiwan 7 kali dari kita, China yang tadinya miskin ngalahin kita sekarang raksasa nomor 2 di dunia. Vietnam itu juga sudah melewati kita," paparnya.
 
 
 
Oleh karena itu, sudah seharusnya pemerintah berbenah dengan mengkaji ulang beberapa kebijakan yang tak berjalan optimal. Kemudian kualitas masyarakat Indonesia juga harus ditingkatkan dan berani ambil risiko dan berinovasi. Di samping itu, tugas berat pemerintah selanjutnya agar Indonesia bisa menjadi negara maju adalah dengan memberantas habis korupsi.
 
 
"Penjelasan sederhana paling populer hanya korupsi. Saya setuju korupsi itu merusak moral, tidak adil dan menciptakan ketimpangan," ucapnya.
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...