17 September 2019

Rizal Ramli: Indonesia Banyak Tikusnya, Harus Dikepret

KONFRONTASI- "Saya terkenal sebagai Rajawali Ngepret. Indonesia ini tikusnya banyak banget. Jadi harus dikepret, " kata Mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli (RR) dalam acara Mata Najwa TV 7 semalam. Banyaknya tikus  di negeri ini yang dimaksud adalah koruptor, penyelundup, manipulator dan pelaku kejahatan kerah putih lainnya di sektor ekonomi dan harus dibersihkan dengan tindakan tegas, penegakan hukum yang tak pandang bulu.

‘’Saya lahir dari keluarga biasa. Saya yatim pitu sejak enam tahun dan  saya mau buktikan anak dari keluarga bisa jadi orang. Bisa jadi pemimpin negara ini,"  ujar RR.

"Insya Allah kalau saya jadi Presiden, saya akan naikkan pertumbuhan ekonomi 10 persen setiap tahun," "Kalau hanya jadi wakil presiden belum tentu butuh partai. Kalau jadi capres lain lagi. Segala sesuatu indah pada waktunya,’’ tegas RR.

"Modal saya adalah keyakinan bahwa bisa mengubah Indonesia jauh lebih adil dan lebih makmur, dengan track record yang sangat jelas," imbuhnya.

Dr Rizal Ramli (RR), sang ekonom terkemuka  Indonesia, menegaskan alasan dirinya siap jadi Capres Rakyat 2019. ‘ ‘Karena saya prihatin, masih banyak (40 persen) warga kita yang miskin dan karena banyak intervensi oleh kekuatan-kekuatan besar dari dalam dan luar negeri, sehingga kebijakan-kebijakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang bagus untuk rakyat Indonesia, dibatalkan. Untuk itulah, saya siap untuk memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil dan lebih makmur,’’ tegas RR.

Rizal Ramli yang lahir di Sumatera Barat dan tumbuh besar di Bogor Jawa Barat itu selama 40 tahun terakhir, sejak mahasiswa, telah berkecimpung memperjuangankan keadilan social, demokrasi dan  kesejahteraanrakyat. Selama perjuangannya, RR pernah dijebloskan di penjara oleh penguasa otoriter Orba kala itu. Setelah bebas, RR aktif baik di dalam sistem pemerintahan maupun di luar sistem guna memperjuangkan keadilan ekonomi dan demokrasi serta keadilan bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.

"Waktu saya mahasiswa kami ditangkap oleh pemerintahan otoriter, di penjara militer enam bulan, di penjara Sukamiskin satu tahun. Karena kami ingin mengubah Indonesia jadi negara yang demokratis dan maju," kata Rizal Ramli .
RR menjelaskan, ketika Reformasi, dirinya masuk dalam pemerintahan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menkoekuin) 200-2001 ( selama 21 bulan). Di pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Rizal Ramli dipercaya menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman.(ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32