20 April 2019

Rizal Ramli: Harus Diakui, Jokowi Lebih Bernyali daripada SBY

KONFRONTASI- Cukup sering mantan Menko Perekonomian dan mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli (RR) mengeluarkan pernyataan  yang tegas dan korektif. Kali ini pernyataan tegas itu diiringi dengan pujian. Kalau yang dipuji adalah kepemimpinan Jokowi, maka yang dikritik dan dikoreksi adalah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ''Harus diakui, Jokowi lebih bernyali daripada SBY,'' katanya. Namun sayang sekali, Tim Ekonomi Kabinet Jokowi  berwajah Neoliberalisme sehingga bertentangan dengan Nawa Cita.

Begini kata Rizal Ramli: segala permasalahan yang ada saat ini merupakan warisan masa lalu  yang takb isa lepas dari kepemimpinan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kata mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) itu, selama 10 tahun dipimpin oleh SBY, masih banyak masalah yang belum terselesaikan. Sehingga dampaknya begitu terasa saat masa pemerintahan Jokowi-JK.

Jika dibandingkan, menurut Rizal, mantan Wali Kota Solo itu lebih punya nyali ketimbang SBY. "Teman-teman (selama satu tahun terakhir) bisa katakan apapun tentang Jokowi. Tetapi saya katakan di sini, dia (Jokowi) punya nyali. Ada yang 10 tahun berkuasa (SBY) tapi tak punya nyali," kata Rizal dalam diskusi Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Rizal menyayangkan upaya pemerintahan SBY terkait pengelolaan sumber daya alam, salah satunya pengelolaan Blok Cepu, Jawa Tengah dan PT Freeport Indonesia. Di mana saat itu dirinya pernah diundang ke Istana oleh SBY sekitar tahun 2006-2007 silam.

Undangan itu diketahui, untuk meminta saran tentang Blok Cepu yang diminta langsung oleh SBY. Saat itu pria berkacamata ini menyarankan agar Blok Cepu tidak hanya diberikan pada Exon (salah satu perusahaan asal Amerika Serikat), tetapi juga pada perusahaan lain seperti Jepang dan Cina. Namun sayang, usulan tersebut ternyata tidak digubris SBY. Soal lain, Rizal juga mengkritisi infrastruktur di Kalimantan yang macet di era SBY.

"Itu momentum untuk ubah sejarah. Kita tidak anti asing, tapi kita ingin fair. Belum lagi di Kalimantan. Di sana mineral tambang batu bara banyak pengusaha nasional, tapi rakyat Kalimantan tidak berubah infrastrukturnya. Jadi ngapain aja pemerintah yang lalu 10 tahun. Listrik saja di sana tidak punya," sindir Rizal.(chi)

 
Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...