29 March 2017

Rizal Ramli: Gus Dur adalah Keteladanan, Presiden Jokowi Sebaiknya Mancontoh Gus Dur

KONFRONTASI-Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (kiri), politisi Partai Golkar Akbar Tanjung (kedua dari kiri), dan sejumlah tokoh hadir pada haul "5 Tahun Wafatnya Gusdur", di Jakarta, Sabtu (27/12). Selain diisi dengan Zikir dan Do'a-do'a, acara ini juga diisi dengan penyampaian testimoni dari sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang dan agama,

Presiden Keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang berkepribadian baik, memiliki sense of humor yang luar biasa, dan humanis. Sosok penampilan Gus Dur yang berpenampilan merakyat bukan sekadar citra, keberpihakan kepada rakyat juga ditunjukkan Gus Dur melalui kebijakan yang pro rakyat.

Begitu pandangan DR Rizal Ramli yang merupakan Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur usai menghadiri peringatan 5 tahun wafatnya Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (27/12) malam. Kata dia, harus ada kesesuain antara penampilan dan kebijakan untuk kepentingan rakyat.

"Sosok pemimpin seperti Gus Dur yang memiliki penampilan merakyat dan kebijakan pro rakyat sangat dirindukan rakyat Indonesia," ujar pria yang akrab disapa RR itu.

RR pun lantas meminta Presiden Joko Widodo mencontoh cucu KH Wahid Hasyim tersebut. Menurutnya, sosok Gus Dur selaras dengan penampilan dan kebijakan yang pro rakyat.

"Presiden sekarang jangan hanya penampilan yang pro rakyat, tetapi kebijakannya juga harus pro rakyat," sambung anggota tim Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Menurut RR, selama ini kebijakan presiden Joko Widodo tidak pro rakyat. Misalnya saja kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau premium, namun disatu sisi tidak menaikkan harga BBM non subsidi, pertamax dan pertamax plus. Termasuk menaikan tarif kereta ekonomi dan harga gas elpiji bersubsidi 3 kg.

"Sebentar lagi listrik 1.200 watt juga dinaikkan. Jadi saya mau tanya, ini yang dimaksud perubahan?," lanjut Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) itu.

"Jangan hanya penampilan yang merakyat tapi kebijakannya tidak. Kalau begitu bukan perubahan, itu merupakan kemunduran," tandasnya.(ian/rmo/awa/jpnn)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...