20 November 2019

Rizal Ramli, Ekonom Pengusung Trisakti Soekarno, Terus Dijegal Mafia dan Kelompok Neoliberal di sekitar Jokowi

JAKARTA - Kembali tertundanya pengumuman kabinet oleh Jokowi, telah memantik rasa penasaran publik. Namun bagi kalangan aktivis dan relawan Jokowi, penundaan itu sekaligus menimbulkan kecemasan. Mereka merasa Jokowi mulai tersandera oleh banyak kepentingan orang-orang Neolib di sekitarnya. Nama Rizal Ramli , sang ekonom pengusung Trisakti Soekarno, terus dijegal para sosok Neoliberal  dan mafia yang menyusup ke kubu Megawati dan Jusuf Kalla serta koalisi parpol dan non-parpolnya.

Demikian benang merah dari pertemuan sejumlah tokoh relawan pendukung Jokowi di Jakarta, Kamis malam (23/10). Mereka khawatir penundaan pengumuman disebabkan Jokowi mulai berkompromi dengan para antek sekaligus pejuang neoliberalisme.

“Saya dengar penundaan tidak semata-mata karena delapan nama yang disodorkan Jokowi ke KPK dan PPATK dapat tanda merah dan kuning. Tapi penundaan juga terjadi karena kuatnya tarik-menarik kepentingan kaum neolib yang diwakili Jusuf Kalla, Rini Sumarno, Kuntoro Mangkusubroto, dan kawan-kawannya,” ujar seorang aktivis dengan nada cemas.

''Kekuatan neoliberal  dan para mafia menjegal Rizal Ramli, bahkan kubu Jusuf Kalla juga terus menjegal Rizal Ramli,'' kata Galih Andreanto, relawan Jokowi dan aktivis GMNI.

Seperti diketahui, sebelumnya Jokowi mengajukan 43 nama yang disebutnya sebagai para kandidat menteri kabinetnya. Namun disebut-sebut delapan di antaranya memperoleh catatan berupa warna kuning dan merah.

Ketua Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Sama memang tidak menjelaskan maksud warna merah dan kuning yang dimaksudkannya. Namun dia menegaskan, sebaiknya Jokowi tidak mengangkat mereka sebagai menteri. Jika hal itu dipaksakan juga, maka artinya kabinet Jokowi tidak bersih. (edm)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...