27 May 2018

Rizal Ramli di Universitas Kebangsaan Bandung: Perubahan Harus Dimulai dari Struktur

KONFRONTASI- Tokoh nasional sekaligus ekonom senior Rizal Ramli (RR) mengingatkan bahwa  perubahan harus dimulai dari struktur, baru kemudian merumuskan kebijakan. Sebagai seorang teknokrat ekonomi strukturalis, Rizal menilai, ''Pendekatan generik bukan solusi bagi ekonomi Indonesia,'' kata RR ketika memberi kuliah umum di Universitas Kebangsaan Bandung. (29/4/17)

RR mengatakan, struktur ekonomi bagai gelas anggur yang tak adil itu merupakan hasil kebijakan ekonomi Orba dan baby Orba selama 40 tahun terakhir. Di bagian atas gelas anggur dikuasai oleh kelompok bisnis besar dan BUMN yang tidak efisien dan kebanyakan “jago kandang” sehingga sering menjadi beban (liability) negara. Pegangan gelas anggur tersebut sangat tipis, yang menunjukan kecilnya golongan menengah dan usaha skala menengah yang independen. '' Bagian bawah dari gelas anggur tersebut sangat besar yang menunjukan puluhan juta usaha kecil dan ekonomi rakyat.'' ujar RR.

Struktur ekonomi gelas anggur merupakan hasil kebijakan ekonomi Orba dan baby Orba selama 40 tahun terakhir. Di bagian atas gelas anggur dikuasai oleh kelompok bisnis besar dan BUMN yang tidak efisien dan kebanyakan “jago kandang” sehingga sering menjadi beban (liability) negara. Pegangan gelas anggur tersebut sangat tipis, yang menunjukan kecilnya golongan menengah dan usaha skala menengah yang independen. Bagian bawah dari gelas anggur tersebut sangat besar yang menunjukan puluhan juta usaha kecil dan ekonomi rakyat

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/amsyam/inilah-gagasan-dan-agenda-perubahan-riz...

Rizal Ramli melihat, banyak ekonom atau pakar ekonomi yang tidak mencoba melihat struktur ekonomi Indonesia, sehingga akar masalahnya tidak terjawab. Bagian yang atas yang besar merupakan pengusaha-pengusaha besar, sedangkan bagian bawah yang kecil merupakan pengusaha menengah dan pengusaha kecil. Dengan metafora yang tepat dan bernas, Rizal Ramli mengumpamakan situasi perekonomian di Indonesia saat ini bagai  gelas anggur tadi.
.  “Bagian atas dari gelas inilah yang mendapat banyak campur tangan dari negara, sedangkan bagian bawah mendapat sedikit campur tangan negara,” ungkap mantan aktivis ITB yang meraih PhD ilmu Ekonomi di Boston University,AS  itu.

RR dan civitas  academica kampus menjelang kuliah umum di Universitas Kebangsaan Bandung. 29 April 2017


Rizal kembali menegaskan, karena struktur ekonomi Indonesia saat ini bagaikan gelas anggur, maka ekonomi rakyat yang merugi. Struktur di bagian atasnya banyak pengusaha besar yang tidak efisien,namun terus dibantu untuk lebih menjadi besar.
“Kebijakan penting sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan selama struktur ini masih terus begini,” ujar RR..

 “Kondisi yang demikian itulah yang disebut dengan sosialisme yang terbalik. Dan sosisalisme yang terbalik menjadi sumber ketidakadilan sosial,” papar mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur dan mantan Menko Kemaritiman Republik Indonesia.
Kebijakan penting di negara  kita sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Yang  berada di atas, menguasai segalanya.Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan beroperasi dan keuntungannya sedikit sekali.
“Selama struktur ekonomi di Indonesia masih masih seperti ini,  jangan bermimpi tentang keadilan dan kedaulatan ekonomi kerakyatan,” tegasnya (kf)

 

Category: 
Loading...