21 August 2019

Rizal Ramli di UIN Yogyakarta: Mati Lampu, RR Tetap Memukau

KONFRONTASI- Di kamous UIN Suka Yogyakarta ada kejadian unik saat ekonom senior DR. Rizal Ramli berbicara di Seminar Nasional dan Konsorsium Keilmuan Prodi Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, Rabu (9/5/18). 

Lampu di ruangan aula yang megah itu mendadak mati. Tidak sebentar, sekitar 25 menit.

Namun situasi ini tidak membuat Rizal Ramli berhenti bicara. Dia terus menyampaikan pandangannya soal posisi utang luar negeri. Bahkan dengan gaya yang lebih atraktif.

Mati Lampu, Rizal Ramli Tetap Memukau



Bila selama ini dikenal sebagai sang rajawali, dalam keremangan aula kemarin, Rizal Ramli tampak seperti burung merak yang tetap memukau. Dan, tidak seorang pun peserta yang meninggalkan ruangan.

RR INGIN RI AMBIL WILAYAH UDARA DARISINGAPURA

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mempertahankan setiap jengkal wilayahnya. Kedaulatan Indonesia atas daratan, udara, dan laut harus dipertahankan dan diperkuat.

Begitu pesan ekonom senior Dr. Rizal Ramli agar Indonesia tidak dianggap bangsa yang lemah, apalagi di mata negara tetangga.

Dalam pembaruan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirilis Kemenkominfo, banyak wilayah Indonesia yang mengalami pembaruan batas dengan negara lain.

Di antara yang baru itu adalah batas laut Indonesia dengan Singapura yang telah diratifikasi pada 2017 lalu. Termasuk, adanya pembaruan wilayah perairan Indonesia di utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Perairan yang masuk wilayah batas Landas Kontenen (LK) Indonesia ini tidak lagi bernama Laut China Selatan, tetapi sudah diubah dengan nama Laut Natuna Selatan.

Selain itu ada juga garis batas Zona Ekonomi Ekslusif terbaru antara Indonesia dan Filipina di utara Gorontalo dan Sulawesi Utara.    

Namun bagi Rizal Ramli, hal terpenting dari pembaruan peta NKRI ini adalah wilayah udara Indonesia yang sekarang dikendalikan Singapura bisa dikembalikan ke Indonesia tahun 2019. Hal ini sebagaimana putusan Kabinet Jokowi di tahun 2016 lalu.  



"Tolong bantu jagain agar keputusan Kabinet Jokowi tahun 2016, agar wilayah udara Indonesia yang sekarang dikendalikan Singapura dikembalikan ke Indonesia tahun 2019. FIR (Flight Information Region), jangan sampai ada yang terpedo," tukas mantan Menko Kemaritiman itu yang akrab disapa RR itu.

Jokowi pernah memanggil Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri untuk mengambil alih FIR dari Singapura. Jokowi menargetkan tahun 2019 FIR itu sudah kembali ke Indonesia.

Indonesia masih belum diizinkan oleh International Civil Aviation Organitation (ICAO) untuk mengelola ruang udara di wilayah Kepri, Tanjungpinang, dan Natuna. Ini lantaran Indonesia dianggap belum memiliki kesiapan infrastruktur dan SDM yang mumpuni. [ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...