21 March 2019

Rizal Ramli: Capres harus Kreatif dan Inovatis soal Pembangunan Infrastruktur Tanpa Utang

KONFRONTASI- Para capres harus ada terobosan dan inovasi untuk menyiasati pembangunan infrastruktur, karena tidak bisa hanya mengandalkan utang. Apalagi beban utang kita sudah sangat besar. Dalam kaitan ini, tax ratio harus bisa mencapai 16% dan persoalan lahan harus cepat dipecahkan, Untuk pembangunan infrastruktur dasar dan pokok, maka diperlukan peran negara, namun untuk sektor infrastruktur komersial bisa dari investasi swasta atau utang sepanjang  hal itu dilakukan dengan kreatif dan inovatif.

Demikian pandangan tokoh nasional/teknokrat senior Rizal Ramli (RR) dalam dialog bertopik ‘’Polemik Bangun Infrastruktur tanpa Utang” di Kompas TV Senin malam (10/12). Pembicara lain M Said  Didu mantan Sekretaris Kemeneg BUMN dan seorang politisi tim sukses Jokowi.

RR, Menko Perekonomian Presiden Gus Dur,  memberi ilustrasi,misalnya Jepang nyaris tidak ada utang luar negeri sampai 1980-an, demikian pula China yang wilayahnya sangat besar, utang luar negeri untuk infrastrukutr itu kecil. Mereka membuat kebijakan  yang inovatif dan melakukan mobilisasi kekuatan domestik untuk membangun insfrastruktur yang masif.

‘’Untuk pembangunan daerah yang belum mampu,maka diperlukan utang untuk pembiayaannya. Untuk kawasan luar Jawa yang tingkat pendapatannya masih rendah, maka utang diperlukan, asalkan tidak berlebihan,’’ kata RR.

RR menekankan, pemerintah harus kreatif dan inovatif mencari pembiayaan infrastruktur. Selama pembangunan kita menganut model Bank Dunia, maka utang terus dilakukan karena begitu pertumbuhan mencapai 6,5% maka harus utang lagi dan di situ terjadi hambatan dan pelambatan. Jepang dan China tidak mau penganut model Bank Dunia, sehingga pertumbuhan bisa mencapai 10% atau lebih, selama puluhan tahun. (Kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...