23 May 2019

Rizal Ramli Buka Suara Soal Gambaran Ekonomi Jokowi-Prabowo

KONFRONTASI- Ekonom Rizal Ramli buka suara soal gambaran ekonomi Indonesia dalam lima tahun kedepan. Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini menyampaikan prediksi dari dua calon presiden (capres) yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang salah satunya pasti akan terpilih setelah 17 April 2019 mendatang. 

Kepada wartawan saat berbincang santai di kawasan Malioboro Rabu (27/3/2019), Rizal mengatakan bahwa secara makro kebijakan ekonomi Jokowi tidak akan jauh berbeda daripada di lima tahun pertama kepemimpinannya. Ia memprediksi, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan lebih baik dengan situasi utang yang semakin besar dan bunga tinggi. 

“Utang semakin besar dengan bunga semakin naik dan salah satu yang tertertinggi di Asia sekitar 8 persen. Pertanyaannya, bakal berubah tidak Pak Jokowi kalau terpilih bulan April? Saya khawatir tak berubah karena strateginya begitu-begitu saja. Kalau strateginya ya begitu-begitu saja ekonomi tidak tumbuh lebih dari 5 persen dan tiga tahun terakhir  terlihat bahwa resiko makro ekonomi semakin tinggi,” terangnya. 

Meski demikian, Jokowi menurut Rizal memiliki prestasi cukup baik dalam memimpin  diantaranya keberhasilan pembangunan infrastuktur selama periode pemerintahannya. “Prestasi menonjol bidang infrastruktur, dia all out dalam bidang itu. Dia berkomitmen dalam bidang tersebut,” sambung dia. 

Sementara ketika berbicara mengenai Prabowo, meski mengatakan sosok tersebut belum berpengalaman memimpin negara namun Rizal terdengar lebih bersemangat membahas apa yang akan dilakukan. Menurut dia, ide Prabowo yang disampaikan dalam pidato diantaranya menurunkan tarif listrik dan perubahan regulasi sistem impor dalam 100 hari mampu mengangkat perekonomian bangsa secara signifikan. 

“Dalam waktu 100 hari akan turunkan tarif listrik untuk 450-900 Voltampere untuk golongan menengah kebawah. Saat ini orang bayar listrik Rp 700-900 ribu dari dulu Rp 300-400 ribu, dengan kata lain itu memberikan Rp 600 ribu ke kantong rakyat. Dia bilang juga 100 hari akan turunkan harga pangan dengan ubah sistem kartel impor. Semua orang boleh impor tapi bayar 30 persen, negara untung. Ini kebijakan yang Pak Widodo tak berani lakukan,” terang dia. 

Hal tersebut menurut Rizal pernah dilakukan di era Gus Dur seperti menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga 125 persen yang dampaknya menaikkan daya beli masyarakat. “Ketika daya beli naik maka ekonomi akan meningkat,” ungkapnya lagi. 

Janji lain Prabowo yang menurut Rizal cukup berdampak yakni rencana pembangunan 1 juta rumah subsidi yang mana Jokowi hanya bisa membangun 320 ribu pertahun. “Ketika ini akan dinaikkan, bagaimana caranya akan dijelaslan tapi kalau benar lapangan kerja langsung atau tak langsung akan tambah 3,5 juta. Waktu saya Menko Gusdur yang saya lakukan restruktur bunga kita potong akhirnya real estate tumbuh lagi, ekonomi cepat naik. Jadi kalau dibangun perumahan 1 juta unit otomatis lapangan pekerjaan semakin besar dan kenaikan ekonomi tambah 1 persen lagi,” imbuh dia. 

Meski menyadari bawasanya Prabowo belum teruji dalam memimpin bangsa, namun Rizal mengaku yakin eks Danjen Kopassus tersebut bukanlah orang yang suka berbohong. “Pertanyaannya, Prabowo tukang bohong atau tidak, tukang janji palsu atau tidak? Kalau saya lihat tidak begitu. Rencana itu besar kemungkinan akan terlaksana dan terjadi,” pungkas ekonom yang menolak dikaitkan berada dalam lingkaran tim pemenangan Prabowo tersebut. (Fxh)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...