24 February 2018

Rizal Ramli Bicara Problem di Pelabuhan yang Harus Diatasi

KONFRONTASI-Masalah di pelabuhan termyata tidak hanya seputar waktu bongkar kontainer turun dari kapal sampai ke tempat penyimpanan atau dikenal dengan dwell time. Menko Maritim Rizal Ramli menemukan masalah lain, yaitu demmurage time atau waktu tunggu kapal di pelabuhan, yang dianggapnya sebagai ulah mafia.

"Kita memberantas mafia. Selama ini ada masalah dwell time yaitu waktu kontainer turun sampai keluar pelabuhan. Tapi ada satu masalah lagi, yaitu waktu tunggu kapal di pelabuhan apa yang disebut sebagai demurrage time," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Rizal menuturkan bahwa proses yang ditempuh mencapai 3-7 hari. Hal ini dikarenakan pengelola pelabuhan tidak menerapkan standar yang berlaku di dunia. Di mana kapal pertama datang harus dilayani lebih dulu dan baru dilanjutkan dengan kapal berikutnya.

"Manajemen yang lama itu tidak mengikuti standar paling baik di dunia yaitu first come first serve. Kapal yang datang duluan paling dulu dilayani. Masuk jalur 1. Kapal nomor 2 masuk jalur 2, kapal berikutnya jalur 3 sehingga jalan sistemnya," terang Rizal.

Selain itu, banyak kapal yang hanya ingin berlabuh di jalur-jalur tertentu. Menurut Rizal, pihak pengelola tidak mampu mengatasi persoalan tersebut.

"Jadi ada kapal yang hanya mau masuk jalur 6, ada kapal yang hanya mau masuk jalur 2 sehingga kacau di situ. Sehingga waktu tunggu kapal sebelum menurunkan kontainer itu hampir 3-7 hari," paparnya.

Bahkan menurutnya untuk permintaan tertentu, pihak pelabuhan menerima sejumlah uang dari pihak kapal agar bisa mendapatkan posisi awal.

"Satu hari untuk kapal 60.000 dwt, itu harus bayar sekitar US$ 20.000. Itu disogoklah sekitar US$ 5.000 - US$ 10.000 supaya bisa jadi nomor satu. Nah ini kami akan tertibkan bersama Menhub dan Menperin. Kita ingin demurrage time, waktu tunggu kapal mengikuti praktek paling baik di dunia yaitu first come first serve. Kita ingin ini kurang dari dua hari juga," ujarnya.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...