22 January 2019

Rizal Ramli Beri Pesan Istimewa untuk HUT ke-46 PDI-P: Kembalilah ke Trisakti, Tinggalkan Pragmatisme, Neoliberalisme

KONFRONTASI- Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berencana melakukan dialog dengan para kader dan simpatisan partai. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, bahwa dialog yang digelar merupakan bagian dari proses edukasi bagi para generasi muda PDIP.  Secara terpisah,  Dr Rizal Ramli, tokoh nasional/Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, mengingatkan kubu Banteng itu agar kembali pada Trisakti dan pasal 33 UUD45,''Mbak Mega gimana Bung Karno mau kembali, wong pikirannya Trisakti ditinggalkan karena pragmatisme dan Neoliberalisme,” kata Rizal Ramli (RR).

RR menyatakan, bahwa PDI-P merupakan partai lama yang memiliki banyak sejarah. “ Saya ini sangat dekat dengan keluarga PDI-P, bahkan almarhum Taufik Kiemas sudah saya anggap seperti abang saya sendiri. Tapi bukan berarti kebijakan-kebijakan partai yang ada di Indonesia tidak saya kritik,” jelas Rizal, saat dihubungi siang ini.

“Dengan mengambil tema Persatuan Indonesia Membumikan Pancasila, para pemuda-pemudi akan mendengar bagaimana perjalanan politik Bu Mega,” ujarnya, di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019) lalu.

Hasto menambahkan, bahwa acara tersebut juga akan menampilkan sejumlah acara, salah satunya dalah perjalanan Megawati dalam memimpin partai berlambang banteng tersebut.

”Perjalanan kepartaian beliau di PDIP, bagaimana saat itu demokrasi beradi di atas tangan otoriter, tetapi Bu Mega mengambil langkah tegas secara hukum, dan melakukan gugatan di 267 kabupaten/kota saat itu,” tutupnya.

Sementara itu, tokoh nasional Rizal Ramli menyatakan, bahwa PDI-P merupakan partai lama yang memiliki banyak sejarah. “Saya ini sangat dekat dengan keluarga PDI-P, bahkan almarhum Taufik Kiemas sudah saya anggap seperti abang saya sendiri. Tapi bukan berarti kebijakan-kebijakan partai yang ada di Indonesia tidak saya kritik,” jelas Rizal, saat dihubungi siang ini.


Menurutnya, saat ini, pemerintah cukup memberikan banyak kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan masyarkat Indonesia, meski ada beberapa hal yang menurutnya bersifat positif. “Saya mengakui pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Mas Jokowi sangat berdampak kepada masyarakat. Tapikan, ada hal lain seperti kebijakan menteri-menteri lainnya, yakni impor pangan yang sangat berlebihan, belum lagi penyelesaian masalah ekonomi yang bikin malu, karena apa, kita dibikin ketergantungan oleh IMF dan Bank Dunia” tambah Rizal.

Mantan Menko Maritim pada kabinet Jokowi ini mengungkapkan, bahwa ia sebelumnya sangat memuji Joko Widodo saat menjelaskan Trisakti dan program Nawacita. “Pertama saya dengar, beliau (Jokowi) bicara soal Trisakti, saya langsung mengatakan ‘ini dia calon pemimpin kita yang berpihak pada rakyat. Trisakti yang kita tau kan berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya, sangat mengesankan,” tambah Rizal.

Namun, semakin hari apa yang disebut-sebut Jokowi menurutnya, tak kunjung tiba. “Mbak Megawati Soekarnoputri, Saya Katakan Kepada Bung Karno, Janji Pada Diri Sendiri, One Day, You Will Come Back Again”. Mbak Mega gimana Bung Karno mau kembali, wong pikirannya Trisakti ditinggalkan karena pragmatisme dangkal,” jelas Rizal.

Ia pun meminta kepada Megawati sebagai Ketum PDI-P agar dapat mewakili aspirasi masyarakat terkait cita-cita Bung Karno. “Saya berharap Mba Mega dapat mengimplementasi cita-cita Bung Karno, beliau (bung Karno) itu tokoh favorit saya, dan saya berharap kebijakan-kebijakan saat ini yang ada berpihak pada rakyat,” tutupnya. (Fel)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...