21 November 2018

Rizal Ramli-Bambang Brodjonegoro Duet yang Bagus bagi Jokowi mengatasi Pelemahan Ekonomi

KONFRONTASI- Reshuffle kabinet  Jokowi sangat krusial di bidang ekuin karena pelemahan ekonomi yang kian gawat. Figur-figur yang berpengalaman, kompeten, berkarakter, serta memahami visi dan misi presiden harus menjadi kriteria utama dalam penetapan nama-nama tim ekonomi dalam Kabinet Kerja hasil perombakan (reshuffle). Tanpa itu, reshuffle tidak akan menghasilkan perbaikan dan hanya akan mengulang kondisi serupa dalam kabinet saat ini, seperti ketidaksinkronan pandangan antaranggota tim kabinet. Dalam bursa nama-nama tim ekonomi baru, duet mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mencuat.

Dan  kombinasi Rizal Ramli dan Bambang Brodjonegoro sebagai menko perekonomian dan menkeu memiliki kelebihan khas dibandingkan pasangan lain, seperti Darmin Nasution (mantan gubernur Bank Indonesia) dan Chatib Basri (mantan menkeu).

Demikian pandangan  pengamat ekonomi politik Dr Herdi Sahrasad,  ekonom  Dr Fadhil Hasan, pakar ekonomi kerakyatan  Dr HS Dillon  dan Adhi Massardi saat dihubungi pers pekan ini, HS Dillon mengatakan penting bagi publik ikut mencermati proses reshuffle Kabinet Kerja yang sedang menjadi wacana di tengah masyarakat politik maupun kalangan awam. Ia menegaskan, perekonomian Indonesia bisa membaik, bahkan lebih baik dari masa-masa sebelumnya, bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan ekonom-ekonom yang memiliki pengalaman luas, pekerja keras, dan jujur.

Dillon mengatakan, ia mengenal sosok Darmin Nasution, Chatib Basri, Rizal Ramli, maupun Bambang Brodjonegoro. Semuanya orang baik dan punya integritas.

Harus dicatat, salah satu elemen penting dalam revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo adalah mengoreksi secara mendasar pendekatan dan praktik pembangunan ekonomi nasional. Hal itu hanya bisa dilakukan apabila presiden menyusun tim ekonomi yang konsisten dengan semangat Nawa Cita dan Trisakti.

Herdi, Adhie Massardi dan Dilon  menuturkan, Rizal Ramli (RR) pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid pernah menjadi kepala Bulog, menko perekonomian, dan menteri keuangan. RR memiliki pemahaman ekonomi struktural dan ekonomi kerakyatan. Kemampuan ekonomi makronya tidak kalah dengan tokoh lain.

“Rizal ini orangnya sopan dan mau belajar. Saya masih ingat, dua hari setelah menjadi kepala Bulog, dia datang ke kantor saya, karena dia latar belakangnya bukan pertanian. Dia mau belajar dan terbukti dia sukses memimpin Bulog,” imbuh Dillon.

Pengamat ekonomi M Fadhil Hasan juga menilai figur seperti Rizal Ramli cocok menduduki posisi menko perekonomian, jika visi Presiden Joko Widodo, yang tertuang dalam Nawa Cita, dianggap sebagai ideologi untuk melakukan berubahan-perubahan struktural menuju kondisi yang lebih baik dan adil. “Pak Rizal selama ini dikenal sebagai ekonom strukturalis, sehingga sejalan dengan structural reform dalam Nawa Cita,” ujar dia.

Selain itu, Rizal Ramli sosok yang berani melawan sistem yang tidak adil dan merugikan kepentingan nasional. Selama menjabat sebagai menteri di era Gus Dur, kata Dillon, RR berani memperjuangkan kepentingan nasional dalam negosiasi dengan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF.

“Rizal juga tokoh yang terlibat dalam proses reformasi. Banyak yang segan dan hormat kepada dia, termasuk kalangan DPR. Ini adalah modal,” ujar Dillon. (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...