21 November 2018

Rizal Ramli: Ali Sadikin Layak Dijadikan Contoh Bagi Pemimpin Ibu Kota

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli mengatakan Ali Sadikin adalah mantan Gubernur DKI Jakarta di era 1966 yang pantas menjadi contoh bagi pemimpin ibu kota. Dia tidak pernah memancing kegaduhan terkait dengan agama dan etnis.

‎‎"Bang Ali itu termasuk pemimpin hebat yang saya kagumi di Jakarta. Orangnya tegas, keras, ngomong apa adanya, candid, langkahnya banyak yang kontroversial. Tetapi tidak menimbulkan kontroversial dan antagonisme soal agama dan etnis," terangnya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/6) malam..

‎Seorang pemimpin, baik di daerah maupun nasional, kata dia, harus berkaca pada Lebanon terkait dengan konflik agama dan etnis. Di era 1960-an, Lebanon adalah bangsa yang makmur, namun menjadi hancur gara-gara konflik agama dan etnis.‎

"Coba lihat Lebanon 1960, negara paling makmur, paling bagus. Begitu ada masalah agama, sampai sekarang perang tidak habis-habis. Ekonominya makin lama makin hancur," terang Menko Rizal.

‎Dia menjelaskan, sikap toleransi Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga patut dijadikan contoh. Bagaimana kerukunan antar-sesama menjadi kunci untuk memajukan bangsa dan negara.

‎"Kini kita hari ini di Flores, tempat Bung Karno menggali Pancasila. Jangan gara-gara hanya kekuasaan, kita menimbulkan antagonisme agama dan suku. Saya ini sahabat Gus Dur, menterinya Gus Dur. Kita ingin bangsa kita go beyond. Keluar dari masalah antagonisme agama, keluar dari masalah antagonisme etnis, karena itu berbahaya sekali," jelas Rizal.

Dia menegaskan, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin, baik di tingkat daerah maupun pusat, maka harus bisa menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

‎"Jadi siapa pun pemimpinnya, siapa pun yang mau jadi gubernur di mana saja, mau jadi presiden, tolong jaga negara ini. Jangan pancing kemarahan‎ dan antagonisme agama. Mari kita jaga dan rawat negara Pancasila ini," demikian Rizal Ramli.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...