20 March 2019

Rizal Ramli adalah Sinyal Baik dan Kuat bagi Publik dan Pasar, kata pengamat

KONFRONTASI- Presiden Jokowi harus berani melawan kelompok ekomomi pro pasar/Neolib yang didominasi 'Berkeley School of Thought' ini. Celakanya,  para menteri ekonomi  di kabinet Jokowi  memiliki kualitas  jeblok  sehingga rupiah terus terpuruk. Oleh sebab itu reshuffle  kabinet merupakan keharusan, kata pengamat Dani Setiawan  MA dari AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik  Indonesia) dan Koalisi Anti Utang (KAU) di sela-sela forum publik ''Rembuk Nasional'' di Tebet, Jaksel, Kamis senja (9 Juli 2015)

''Bahkan  di media dilaporkan bahwa ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya sampai memberi nilai 3,5  bagi tim ekonomi Kabinet Kerja,'' ujarnya kepada Konfrontasi..

Menurut Berly, buruknya koordinasi antar-menteri telah menjadi pemicu sulitnya pemerintah untuk bekerja. Akibatnya, ide-ide besar yang bertujuan baik, tak menetes ke bawah dan malah macet di tingkat operasional. tim ekuin Kabinet Jokowi musti diganti, sebab kepercayaan publik sudah tergerus habis. Rakyat kian sengsara dan ketidakadilan meluas  dan merajalela..

Sejauh ini,  ungkap Dani, Presiden Jokowi  sudah  memiliki modal  politik yakni kepemimpinannya  sudah bisa mencairkan kebekuan antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP). Dengan caranya sendiri, Jokowi  juga sudah mampu mengakhiri kebekuan dua kubu itu sehingga tinggal bagaimana dia mendayagunakan modal social-politik itu untuk memperbaiki perekonomian, agar rakyat bisa tersenyum optimistis. Bukan malah  sebaliknya, yaitu pesimis dan meringis

 Namun pelemahan rupiah dan memburuknya ekonomi harus mendorong Jokowi melakukan reshuffle kabinet. ''Posisi menko ekuin dan tim ekonomi kabinet hendaknya bukan sosok Neoliberal, dan  prospek Rizal Ramli sebagai menko ekuin akan membersitkan harapan dan kepercayaan pada publik maupun pasar,'' ujarnya.

Menurut  HS Dillon, akademisi lulusan Cornell University,AS, perekonomian Indonesia bisa membaik dan bahkan lebih baik dari masa-masa sebelumnya bila Presiden Jokowi memasukan ekonom-ekonom yang memiliki pengalaman luas, pekerja keras, jujur dan tak bermental korup. Menurutnya, kombinasi Rizal Ramli dan Bambang Brodjonegoro merupakan  alternative terbaik yang memiliki kelebihan khas dibanding pasangan Darmin Nasution dan Chatib Basri yang dianggap bagian dari  aliran Neoliberal yang kurang perduli dengan aspek keadilan  sosial dan kebudayaan dalam analis mereka karena lebih mengutamakan pertumbuhan.(k)
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...