23 November 2017

Rizal akan Diusung PDIP & Gerindra Karena Berani Lawan Ahok?

KONFRONTASI - Pasca direshufle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), nama Rizal Ramli (RR) masuk dalam bursa calon gubernur (Cagub) DKI 2017. RR dinilai banyak kalangan sebagai sosok yang konsisten dalam membela kepentingan rakyat.

Sejumlah partai disebut-sebut berminat meminangnya untuk jadi lawan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).‎ Salah satunya, Partai Gerindra. PDI Perjuangan juga disebut-sebut melirik RR. Dikabarkan, sudah ada pembicaraan antara RR dengan kedua petinggi partai tersebut.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Syarif, mengaku sejak Rabu (27/7), media sosial yang dimilikinya dipenuhi permintaan dari sejumlah kalangan agar partainya mengusung mantan Menteri Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya tersebut menjadi cagub dalam Pilkada DKI 2017.

"Banyak yang kirim SMS atau pesan media sosial lainnya yang intinya minta RR diusung jadi cagub Gerindra," kata Syarif, saat dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Syarif menjelaskan, menurut mereka saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mendorong tokoh yang pro rakyat, seperti RR untuk melawan calon petahana Ahok.‎

Terlebih, dari rumor yang beredar pencopotan RR sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, salah satunya akibat ketegangannya dengan Ahok terkait penghentian reklamasi Teluk Jakarta, khususnya Pulau G.

Berpeluang

Sementara itu, politikus PDIP Masinton Pasaribu menilai RR layak diusung jadi gubernur. "Wah, asyik juga itu," kata Masinton di Jakarta.

Saat ditanya soal kemungkinan PDIP memberi dukungan kepada RR, anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan RR punya peluang. Dirinya sekaligus mendorong RR untuk mengikuti mekanisme partai.

Selain itu, ia menyarankan RR mendaftar ke tujuh partai politik yang menurutnya belum menentukan calon gubernur untuk Pilkada Jakarta. "Kan masih banyak partai yang belum menyatakan dukungan. Ada tujuh partai lagi yang belum menentukan sikap. Jadi peluang buat Pak RR terbuka," tegasnya.

Buruh Dukung RR

Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung dan meminta mantan RR menjadi cagub DKI Jakarta pada Pilgub) 2017.

Presiden KSPI Said Iqbal dalam undangan kepada pers, deklarasi dukunganakan disampaikan pada Selasa (2/8/2017) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal KSPI, Muhammad Rusdi mengatakan, KSPI mendukung RR untuk maju menjadi Cagub DKI Jakarta. "Catatya, kami bukan saja mendukung RR maju menjadi cagub DKI Jakarta, tapi kami yang meminta beliau," ujar Rusdi kepada HarianTerbit di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Saat ditanya alasannya sehingga KSPI mendukung RR untuk maju menjadi cagub, Rusdi mengatakan kapasitas pengalaman beliau sangat besar. "Pengalaman beliau memimpin sangat banyak, kapasitas, kecerdasan, berani dan beliau juga sangat peduli pada rakyat kecil," terangnya.

PKS

Partai Gerindra dan PKS menyatakan sikap siap berkoalisi mengusung Sandiaga pada Pilgub DKI 2017. Setelah keputusan tersebut, mereka langsung melakukan konsolidasi ke sejumlah partai di Jakarta, untuk mengajak bergabung bersama sebagai mitra.

Pada Selasa (2/8/2016), PKS dan Gerindra langsung melakukan pertemuan awal membicarakan koalisi dengan partai lain. Kemudian, memperkenalkan bahwa pria yang akrab disapa Sandi itu merupakan cagub. Sebab, PDIP, PKB, PAN, dan Demokrat belum memutuskan cagub, sehingga pintu koalisi masih terbuka.

Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI, Abdurahman Suhaimi, mengungkapkan, pihaknya juga terus mencari  pasangan untuk Sandi.

Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI itu, figur yang dicari untuk berpasangan dengan Sandi adalah yang dapat mengalahkan calon petahana. Baik itu kader PKS atau non kader PKS.

Nanti, lanjut dia, seiring berjalannya waktu pihaknya meyakini yang mengusung Sandi tidak hanya Gerindra dan PKS.

Dia berharap, PDIP dapat bergabung dengan PKS dan Gerindra untuk mengusung pasangan cagub. Apalagi, ini kekuatan tiga besar di Jakarta, sehingga dapat mendominasi kemenangan pada hari pencoblosan nanti.

"Jika ini terjadi, bisa gubernur PDIP, wakil gubernur Gerindra atau bisa dibalik, PDIP wakil dan gerindra gubernur. Semua masih bisa terjadi. Pergerakan politik di Jakarta dapat cepat berubah," tandas dia.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah DPD Gerindra DKI M Taufik mengatakan, pihaknya segera membawa Sandi ke partai-partai. Hal itu, untuk menyampaikan secara resmi bahwa partai berlambang burung garuda dan PKS telah memiliki cagub. "Sebelumnya tiga nama disampaikan. Nah, sekarang satu. Yaitu Sandi," tegasnya.

Sementara ‎Partai Gerindra bergerak cepat pasca memilih Sandiaga langsung membentuk tim pemenangan agar Sandiaga dapat menyaingi Ahok. Ketua Tim Penjaringan Gerindra Syarif menyebutkan ada 5.000 kader yang tergabung dalam tim pemenangan Sandiaga.

Mereka, kata dia, akan bergerak ke tingkat akar rumput seperti terjun ke rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW) di seluruh wilayah Jakarta. "Tugas mereka mengenalkan Sandiaga," kata Syarif di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Sementara itu, Sandiaga tak mau ikut terlibat dalam skenario koalisi ataupun penentuan calon wakilnya. Karena, kata dia, itu domainnya pimpinan partai yang tengah berkomunikasi. "Tugas saya berkunjung ke warga Jakarta," ujarnya.
 
Tugas itu, kata Sandiaga, adalah amanat Ketua Umum Prabowo Subianto. Prabowo, ujar dia, meminta Sandiaga untuk melipatgandakan kunjungannya ke warga Jakarta. Bahkan, sebelum pendaftaran September nanti, Prabowo meminta Sandiaga sudah berkunjung  ke seluruh kelurahan.

Selain itu, Sandiaga diminta agar merangkul semua orang baik kader maupun relawan. Mereka, kata dia, nantinya akan terjun ke masyarakat memberitahu program-programnya terkait Jakarta lebih baik. "Sosialisasi harus digandakan," katanya.(Juft/HT)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...